Nasehat

Adab Menyebar Berita

Posted On November 8, 2016 at 11:09 am by / No Comments

Hati- Hati dalam Menyebar Berita dan Mengkonsumsinya

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَنْ تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَىٰ مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ

Wahai orang- orang yang beriman, jika ada seorang faasiq datang kepada kalian dengan membawa suatu berita penting, maka tabayyunlah (telitilah dulu), agar jangan sampai kalian menimpakan suatu bahaya pada suatu kaum atas dasar kebodohan, kemudian akhirnya kalian menjadi menyesal atas perlakuan kalian. (al-Hujurât : 6)

Jangan Menyebar Berita Yang Kita Tidak Mengetahuinya

Karena kelak seorang hamba akan dimintai pertanggung jawaban terhadap apa yang telah di lakukan oleh anggota tubuhnya.

وَلا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَوَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولا

“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.” (QS Al-Isroo’ : 36)

Setiap Perbuatan Pasti Akan Di Awasi dan Akan di Catat

Allah Ta’ala juga berfirman,

مَّايَلْفِظُ مِن قَوْلٍ إِلاَّ لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ

“Tiada suatu ucapanpun yang diucapkan, melainkan ada di dekatnya Malaikat pengawas yang selalu hadir”. (Qaf : 18)

Tidak Setiap Berita Layak Di Sebar

كَفَى بِالْمَرْء كَذِبًا أَنْ يُحَدِّثَ بِكُلِّ مَا سَمِعَ

“Cukuplah seseorang dikatakan berdusta bila menceritakan segala hal yang ia dengar.” (HR. Muslim)

Sikap Kita

Maka mari perhatikan lagi apa yang kita sebar. Apakah sudah kita ketahui dengan jelas sumber beritanya, darimana berita itu berasal, siapa yang membawa beritanya, apakah berita itu benar, dan layakkan berita itu kita sebar.

Betapa banyak kaum muslimin di hari ini banyak yang terburu-buru dalam menyebar berita dan mengkonsumsinya. Bahkan terkadang berita itu di sebar dahulu baru ia pahami isinya.

Akhirnya baru ia ketahui ternyata berita itu adalah berita dusta. Atau berita yang syarat dengan kepentingan sebagian golongan. Atau berita pelintiran yang pembawa beritanya juga tidak jelas.

Dan tentu ini bertentangan dengan apa yang di perintahkan Allah agar kita tabayun sebelum menyebar berita.

Bukankah sudah cukup ancaman seseorang itu dianggap pendusta  hanya dengan ia menyebarkan semua berita yang sampai padanya?

Maka mari kita lebih bijak lagi dalam menyebar berita.

Admin
www.RumahBelanjaMuslim.Com

Untuk Info Kajian Sunnah dengan sedikit tambahan.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *