Agar Memakai Celana Sirwal Laa Isbal Berpahala

Agar Memakai Celana Sirwal Laa Isbal Berpahala

Agar Memakai Celana Sirwal Laa Isbal Berpahala

Memakai celana sirwal laa isbal / celana dengan panjang di mata kaki. Mungkin bagi sebagian kita sudah bukan perkara yang aneh.

Karena memang ada sebagian daerah di negeri kita yang memang pakaian kebiasaannya, atau kalau boleh di katakan pakaian adat nya untuk pria celana nya tidak isbal cingkrang.

Bahkan di Jawa Barat pun bagi PNS ada istilah pakaian Rebo Nyunda, yang jika kita lihat gaya pakaian laki laki nya mengenakan celana diatas mata kaki berwarna hitam.

Bahkan di jalan – jalan juga sedah sering kita lihat kaum laki – laki yang mengenakan celana diatas mata kaki dengan berbagai macam model dan gaya nya.

Jika di lihat sekilas, ini adalah perbuatan yang baik. Bahkan hal ini di dukung oleh syariat Agama kita. Karena Islam mengatur bagaimana cara berpakaian bagi kaum laki laki. Dimana salah satu aturannya seorang laki – laki dilarang berpakaian Isbal menutupi mata kaki.

Niat

Lalu apakah sama antara orang yang memakai celana sirwal laa isbal karena memang merasa lebih nyaman, sudah menjadi budaya, atau karena perintah atasa dengan orang yang memakainya karena mentaati Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ?

Jawabnya tentu akan berbeda setiap individu.

Orang yang memakai celana sirwal laa isbal jika niat nya memakai bukan karena ketaatan terhadap ajaran Agama ini, maka ini tidak akan ada nilainya. Karena tujuannya bukan untuk mencari pahala dan tidak mentaatin aturan agama.

Namun jika ada ikhwan yang memakai celana sirwal laa isbal yang alasan, niat dan tujuan memakai nnya karena ketaatan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Maka inilah amalan yang yang dapat mendatangkan pahala. Semakin taat seseorang kepada perintah Rasul, maka nilai pahalanya akan semakin tinggi.

Tantangan Memakai Celana Laa Isbal

Di sebabkan niat inilah, terkadang yang kita lihat ada atau tidaknya ujian dalam memakai celana laa isbal.

Kadang kita lihat orang yang memakai celana sirwal laa isbal bukan karena Agama, bukan karena ketaatan kepada Rasul, hampir hampir mereka tidak mendapatkan tantangan. Tidak ada celaan atau cibiran terhadap mereka.

Namun ketika seseorang yang memakai celana laa isbak ini alasannya karena Agama, ketaatan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Maka kita dapati berbagai macam celaan dan cibiran tertuju padanya.

Dari julukan kebanjiran, celana kurang bahan, sampai kepada label Islam Radikal pun tertuju pada nya.

Maka tak heran jika memakai celana laa isbal dengan alasan agama mendapatkan pahala. Karena di awal kali memakainya saja sudah mendapatkan ujian. Dan ujian inilah yang membedakan kejujuran niat seseorang.

Semakin berat ujian, selama kita mampu bersabar diatas batas – batas Allah ta”ala, maka semakin besar pula pahala yang bisa kita dapatkan.

Maka bersabarlah dalam menjalankan syariat Islam. Luruskan niat, agar semua apa yang kita kerjakan menjadi bernilai ibadah yang dapat mendatangkan pahala bagi kita.

Wallahu a’lam.

Admin
www.RumahBelanjaMuslim.Com

Tinggalkan Balasan