Allah Lebih Gembira Dengan Taubat Hamba-Nya
Kisah

Allah Lebih Gembira Dengan Taubat Hamba-Nya

Posted On Desember 29, 2016 at 10:13 am by / No Comments

Taubat merupakan sebuah perkara yang terlihat ringan, enteng namun berat diamalkan. Tidak heran kita temui betapa banyak orang yang ingin bertaubat tapi selalu menunda-nunda taubatnya.

Dengan alasan nanti kalau sudah begini, atau nanti kalau sudah begitu baru saya akan taubat. Nanti kalau saya sudah mendapatkan ini atau nanti kalau sudah mendapatkan itu saya akan betaubat.

Padahal taubat ini adalah sebuah kata yang semua orang sepakat akan kebaikannya. Dan betapa banyak keutamaan bagi orang-orang yang mau bertaubat.

Allah Lebih Bergembira Terhadap Seorang Yang Bertaubat

Ada sebuah kisah yang dapat menjadi sebuah motivasi bagi kita semua untuk selalu bertaubat kepada Allah.

Dimana dari kisah ini di gambarkan, bahwasannya Allah lebih bergembira terhadap taubatnya seorang hamba di banding seorang yang ketika di tengah padang pasir kehilangan untanya. Ketika harapannya telah pupus, maka tiba-tiba unta yang ia harapkan tersebut datang dihadapannya.

Mari kita simak bersama kisah menariknya sebagai berikut,

Dari simak, dia Berkata, an-Nu’man bin Basyir radhiallahu ‘anhu pernah menyampaikan khutbah dan menyampaikan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Allah benar-benar lebih gembira dengan bertaubatnya seorang hamba daripada seorang laki-laki yang membawa perbekalan dan air minumnya diatas punggung unta tunggangannya. Kemudian berangkat untuk suatu perjalanan yang jauh. Hingga ketika tengah berada di tengah padang pasir tak bertuan, waktu terik siang tiba, maka dia singgah di bawah sebatang pohon. Rasa kantukpun menderanya, hingga iapun tertidur, dan untanya lepas entah kemana.

Kemudian ia terbangun dan terkejut karena untanya tidak ditempat. Maka dia mendaki satu bukit tetapi juga tidak melihat apapu. Lalu dia mendaki satu bukit lagi tapi juga tidak melihat apapun. Kemudian dia berusaha mendaki bukit ketiga tetap tidak melihat apapun.

Maka dia kembali ketempat semula dimana dia tidaur. dan ketika dia tengah duduk termangu, tiba-tiba untanya tersebut meuncul berjalan ke arahnya hingga menjulurkan tali kekangnya ke tangannya. (orang tersebut tentu sangatlah gembira), tetapi Allah benar-benar lebih gembira dengan bertaubatnya hamba-Nya dari orang ini ketika mendapatkan untanya sebagaimana adanya.” (Di riwayatkan oleh Imam Bukhori dan Muslim)

Beberapa Pelajaran Dari Kisah 

  1. Keutamaan bertaubat kepada Allah ta’ala
  2. Penetapan sifat Gembira bagi Allah ta’ala
  3. Sifat lemah lembut dan kasih sayang Allah kepada manusia
  4. Hendaknya seorang waspada dan hati-hati mengurus kebutuhan dirinya
  5. Allah tidak menambah beban seseorang yang dalam keadaan bingun, yang tidak mampu berfikir jernih karena sedang mengalami gangguan kejiwaan seperti sangat takut (khawatir), gembira maupun emosi.
  6. Seseorang di perbolehkan menceritakan kejadian yang menimpa orang lain, sekalipun dengan redaksi yang agak berbeda. (61 Kisah Pengantar Tidur, Muhammad bin Hamid Abdul Wahhab).

Jangan Tunda Taubat

Maka bukanlah hal yang baik kalau sampai saat ini kita masih menunda-nunda taubat kita. Padahal kita mengetahui, Allah sangatlah bergembira dengan taubatnya seorang hamba.

Dalam kisah ini juga di gambarkan bahwasannya diantara keutamaan taubat yaitu merupakan perbuatan yang di cintai Allah. Apa buktinya? Buktinya Allah ta’ala sangat bergembira ketika seorang hamba mau selalu bertaubat kepadanya.

Berbuat salah adalah perbuatan yang hampir setiap kita pernah melakukannya. Namun sebaik-baik orang yang berbuat salah adalah orang yang bertaubat.

Mudah-mudahan Allah mudahkan bagi kita semua untuk terus bertaubat kepada-Nya dari berbagai macam kesalahan yang selalu kita perbuat. Amiin.

Wallahu a’lam.

Admin
RumahBelanjaMuslim.Com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *