Antara Rokok dan Khamr
Nasehat

Antara Rokok dan Khamr

Posted On Agustus 10, 2016 at 6:14 am by / No Comments

Antara Rokok dan Khamr
Antara Rokok dan Khamr

Kita telah mengetahui hukum dari meminum khamr adalah haram dengan berbagai macam dalil yang jelas. Namun apakah karena khamr ini haram, lantar khamr ini tidak ada manfaatnya sama sekali? Tentu tidak, bahkan ada manfaat di dalam khamr itu. Hal ini sebagaimana Firman Allah ta’ala,

يَسْأَلُونَكَ عَنِ الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ قُلْ فِيهِمَا إِثْمٌ كَبِيرٌ وَمَنَافِعُ لِلنَّاسِ وَإِثْمُهُمَا أَكْبَرُ مِنْ نَفْعِهِمَا وَيَسْأَلُونَكَ مَاذَا يُنْفِقُونَ قُلِ الْعَفْوَ كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمُ الآيَاتِ لَعَلَّكُمْ تَتَفَكَّرُونَ

“Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi. Katakanlah: “Pada keduanya terdapat dosa yang besar dan beberapa manfaat bagi manusia. Tetapi dosa keduanya lebih besar daripada manfaatnya“. Dan mereka bertanya kepadamu tentang apa yang (harus) mereka infakkan. Katakanlah: “Yang lebih dari keperluan.” Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu agar kamu memikirkan” (QS. AL Baqarah : 219)

Dari ayat diatas, kita dapati bahwasannya tidaklah khamr itu di haramkan semata-mata karena zatnya yang sama sekali tidak bermanfaat. Bahkan di dalam khamr itu terdapat manfaat. Namun mengapa Allah haramkan khamr ini? Jawabnya sebagai mana yang Allah telah jelaskan dalam ayat tersebut, yaitu dosa / mudharat dari khamr itu lebih besar daripada manfaatnya.

Sekarang bagaimana kaitannya dengan rokok? Dimana rokok ini belum ada di zaman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Jika di lihat dari sejarahya, manusia yang merokok pertama kali adalah suku bangsa Indian di Amerika. Mereka merokok untuk keperluan ritual seperti memuja dewa atau roh. Kemudian pada Abad 17 para pedagang Spanyol masuk ke Turki dan saat itu kebiasaan merokok mulai masuk negara-negara Islam. (Wikipedia)

Dari sini yang pertama yang bisa kita dapatkan bahwasannya kebiasaan merokok itu bukanlah berasal dari orang Islam, bahkan asal kebiasaan merokok justru dari suku penyembah berhala.

Kemudian jika dilihat secara kasat mata, maka kita akan melihat benda yang namanya rokok ini sekilas adalah benda yang berbahaya. Hal ini terlihat ketika pertama kita pegang bungkus rokok selain merk yang akan kita dapati maka sekarang sudah terpampang besar-besar foto-foto kerusakan organ yang diakibatkan dari merokok. Di dalam bungkus rokok juga tertuliskan dengan jelas, tanpa di samarkan akan bahaya rokok seperti kanker, serangan jantung dan selainnya.

Bersamaan dengan ditulisnya bahaya merokok pada bungkus rokok ini, kita tidak dapati sama sekali tulisan / keterangan tentang manfaat rokok. Bahkan mungkin semua ahli kesehatan baik dokter atau ahli kesehatan yang lainnya bersepakat akan bahaya rokok.

Di berbagai macam jurnal Ilmiyyah, tulisan-tulisan mengenai kesehatan, di brosur-brosur, pamflet-pamflet baik di lembaga pendidikan, Rumah sakit, dinas kesehatan dan sejenisnya kita akan mendapati tulisan mengenai rokok ini adalah pada perkara bahayanya saja. Bahkan akan sangat jarang kita temui tulisan ilmiyah yang membahas manfaat merokok.

Kalaupun ada tulisan yang membahas manfaat rokok, maka yang kita dapati semuanya manfaatnya adalah manfaat yang bersifat individual. Dan manfaat itu juga tidak dipublikasi sebagaimana bahaya merokok. Tulisn-tulisan yang membahas mengenai manfaat ini juga sangat sedikit jika dibandingkan dengan bahaya rokok.

Sementara kita dapati saat ini kebanyakan perokok itu merokoknya di tempat umum dimana disana dihuni banyak jiwa di sekeitarnya yang juga menghisap asap dan abu rokoknya. Lalu bagaimana mungkin manfaat individual ini (dan ini juga kalau benar) lebih kita dahulukan daripada mafsadat, bahaya orang banyak?

Sekarang jika kita akan memabandingkan point-point apa saja yang menjadi bahaya merokok dan point-point apa saja yang menjadi manfaat merokok, maka tentu bahaya merokok itu akan memiliki point yang lebih banyak dan lebih luas ketimbang manfaat merokok.

Lalu kira-kira alasan apa lagi yang membuat anda tetap merokok di tempat umum? Merokok di tempat khusus saja belum tentu bisa mendapatkan manfaat bagi pelakunya, malah justru mendapat penyakit, lalu bagaimana lagi jika ia merokok ditempat umum? Bukankah bahaya yang ditimbulkan itu bukan hanya kepada dirinya? Namun juga kepada banyak orang di sekitarnya, baik anak-anak, orang tua dan selainnya?

Nah sekarang, jika khamr itu di haramkan karena di dalamnya lebih banyak mengandung mafsadat dibanding maslahatnya, lalu kira-kira bagaimana pendapat anda mengenai Rokok?

  1. Apakah merokok itu lebih banyak manfaatnya dibandingkan bahanya?
  2. Ataukah justru anda setuju jika di katakan ternyata merokok itu lebih banyak mengandung bahaya dibandingkan manfaat?

Jika anda setuju dengan pernyataan no 2, maka mari sekarang juga kita hentikan kebiasaan merokok kita. Tapi jika anda lebih setuju dengan pernyataan no 1, maka silahkan buktikan bahwasannya pendapat anda itu lebih mendekatkan kebenaran dengan data-data yang valid dan dapat diterima.

Wallahu a’lam.

Fanspage RUMAH BELANJA MUSLIM
Akun FB RUMAH BELANJA WHYLUTH
www.RumahBelanjaMuslim.Com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *