Bekal Hidup Manusia

Bekal Hidup Manusia
Bekal Hidup Manusia

Ada yang bilang manusia hidup itu cuma sekali. Jadi jangan sia – sia kan kehidupan yang cuma sekali ini. Sehingga sebagian orang yang punya pemahaman seperti ini mereka gunakan hidup nya di dunia dalam kelalaian.

Lalai dari mengingat Allah, lalai dari beribadah kepada Allah, lalai dari kehidupan yang sebenarnya yang lebih kekal, yaitu kehidupan akhirat.

Karena setiap muslim yang beriman, maka ia meyakini bahwasannya kehidupan itu bukan hanya sekali kita hidup di dunia ini.

Bahkan sebelum kita lahir di dunia, sebelumnya kita hidup di dalam kandungan orang tua kita. Kemudian kita di lahirkan ke dunia, dan kita melihat berbagai macam keindahannya yang menipu, sehingga banyak yang tertipu olehnya.

Kemudian di dunia ini kita tidak hidup kekal di dalamnya. Bahkan ada kematian yang siap memisahkan kita dari dunia ini.

Betapa banyak dari kita yang menyesal telah menyia-nyiakan hidupnya di dunia sehingga di akhir hidupnya ia perbaiki amalannya.

Bahkan ketika mati masuk ke alam kubur pun betapa banyak manusia yang menyesali perbuatannya. Sehingga ingin di kembalikan hidup di dunia untuk kembali memperbaiki amalannya di dunia.

Dan sejelek jelek penyesalan adalah menyesal ketika tidak ada lagi pintu taubah dan pintu maaf bagi orang yang menyesal.

Betapa pendek kehidupan kita di dunia. Sehingga berapa banyak dari kita mati di usia muda. Dan mungkin sedikit saja yang sampai di usia tua.

Sehingga setelah kematian itu memisahkan kita dari dunia, maka masukkan kita ke dalam kehidupan berikutnya, yaitu kehidupan di alam kubur. Dan alam kubur adalah pintu awal pertama kali kita memasuki kehidupan akhirat yang kekal dan abadi.

Dalam kehidupan akhirat ada dua tempat kembalinya manusia. Ada manusia yang di masukkan ke dalam Surga, dan semoga kita termasuk orang – orang yang masuk ke dalam surga. Dan ada juga manusia yang di masukkan ke dalam neraka, dan kita berlindung kepada Allah, semoga Allah tidak masukkan kita ke dalam neraka tersebut.

Setiap kehidupan di dunia ini, pasti kita akan mendapatkan balasan darinya. Balasannya bisa surga bisa juga neraka.

Siapa yang baik amalannya, bertauhid, beriman kepada Allah, maka balasan baginya adalah Surga. Dan sebaliknya, siapa yang tidak beriman kepada ALlah, beramal buruk, berbuat kesyirikan, kekufuran, maka ancaman baginya adalah Neraka.

Maka tentu ketika kita masih hidup di dunia ini, hendaknya setiap kita berbekal. Berbekal untuk menyambut kehidupan akhirat.

Bekal Hidup

Lalu bekal hidup apa yang bisa kita siapkan untuk menggapai kebahagiaan hidup di akhirat ?

Sebaik – baik bekal seorang hamba untuk menyambut kehidupan Akhirat sebagaimana yang di firmankan Allah ta’ala adalah bekal Taqwa.

Bekal Terbaik Taqwa
Bekal Terbaik Taqwa

Ketika kita mengetahui sebaaik-baik bekal taqwa. Maka hendaknya setiap kita mulai sekarang menyiapkan bekal tersebut.

Untuk mempersiapkan bekal taqwa ini, maka tentu kita harus tau dulu, apa yang di sebut dengan taqwa itu. Bagaimana hakikat taqwa tersebut. Mari kita simak definisi yang bagus dari seorang tabi’n mengenai definisi taqwa pada gambar di bawah ini.

Makna Taqwa
Makna Taqwa

Dari definisi diatas, maka ada beberapa hal yang peting di perhatikan mengenai taqwa ini. Berikut beberapa point tentang hakikat makna taqwa yang bisa kita ambil dari definisi diatas.

Penjelasan Makna Taqwa
Penjelasan Makna Taqwa

Dari sini sangat jelas makna taqwa tersebut. Diantara hal yang penting menjadi perhatian bagi seseorang yang ingin berbekal taqwa dalam kehidupan dunia ini. Maka hendaknya ia membekali dirinya dengan ILMU SYARI terlebih dahulu.

Karena tidak mungkin taqwa dapat di raih kecuali seseorang belajar ilmu syari terlebih dahulu.

Ketika seseorang tidak mengetahui ilmu agama, maka ia tidak bisa mengimplementasila makna taqwa dengan sempurna. Bahkan mungkin amalan nya hanya di dasari ikut ikutan saja. Bukan karena ilmu, bukan karena dalil, perintah dari Allah dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Menggapai Taqwa
Menggapai Taqwa

Maka kesimpulannya, tidak mungkin seseorang bisa berbekal taqwa, jika ia tidak belajar Ilmu Syari. Ilmu agama.

Mengapa belajar ilmu syari ini penting. Karena dengan ilmu ini kita bisa beribadah dengan benar sesuai dengan apa yang di syariatkan.

Kita beramal suatu ibadah di landasi dengan pengetahuan, bahwasannya benar ibadah tersebut di syariatkan.

Dan kita meninggalkan sesuatu maka kita meninggalkannya dengan ilmu bahwasannya benar hal tersebut adalah haram di larang di dalam syariat.

Sehingga nilai ibadah menjadi tinggi dengan Ilmu syari ini. Bukan hanya sekedar ikut ikutan.

Nasehat Taqwa
Nasehat Taqwa

Semoga Allah ta’ala memberikan hidayah dan taufiq-Nya kepada kita untuk dapat terus menuntut ilmu dan berbekal taqwa dengan amalan – amalan sholeh yang di terima di sisi-Nya. Amiin.

Admin | www.RumahBelanjaMuslim.Com

Tinggalkan Balasan