Beli Gamis Mahal Agar Nampak Beda dan Berkelas ?

Larangan Pakaian Kemasyhuran
Larangan Pakaian Kemasyhuran

Beli baju mahal, beli gamis mahal, beli pakaian branded dengan harga yang waah dengan tujuan agar beda dari yang lain, nampak lebih berkelas.

Setelah memiliki gamis mahal, pakain branded kemudian tak mampu untuk menahan diri dari jepret foto pakaian kemudian share di medsos dengan berbagai macam cantion.

Hingga akhirnya, ada rasa ujub, membanggakan diri, angkuh dan sombong merasa diri lebih di hadapan manusia.

Hati – hati!! Hal seperti ini bisa jadi termasuk dalam larangan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang pakaian syuhrah (pakaian kemasyhuran). Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,


مَنْ لَبِسَ ثَوْبَ شُهْرَةٍ فِي الدُّنْيَا أَلْبَسَهُ اللهُ ثَوْبَ مَذَلَّةٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ، ثُمَّ أَلْهَبَ فِيهِ نَارًا

Barang siapa memakai baju (untuk) kemasyhuran di dunia, kelak di hari kiamat Allah Subhanahu wata’ala akan memakaikan kepadanya baju kehinaan, kemudian Allah Subhanahu wata’ala mengobarkan api di dalamnya.” (HR. Ibnu Majah dan Abu Dawud)

Begitu juga berlaku sebaliknya. Ketika seseorang mengenakan pakaian yang lusuh, kucel, compang camping berbeda dengan gamis kebanyakan orang dengan tujuan ingin nampak menjadi seorang yang tawadhu, seorang yang zuhud, maka ini pun bisa masuk dalam kategori larangan pakaian syuhrah tersebut.

Maka hendaknya kita berhati – hati dari perasaan ujub, bangga diri, merasa diri lebih tinggi yang dapat melahirkan berbagai macam kemungkaran dalam hati, lisan maupun perbuatan.

Begitu juga perasaan ingin di lihat, nampak menjadi seorang yang ahli ibadah, zuhud, dan yang semisal, sehingga dapat melahirkan amalan – amalan yang di larang.

Mari kita perhatikan hati kita masing – masing. Ketika terasa sesuatu hal yang kurang baik, dan menyimpang dari agama yang benar. Maka hendaknya dengan segera kita memperbaikinya. Jangan sampai berawal dari kurang perhatiannya kita dengan hati kita, menyebabkan terlahir berbagai macam kemungkaran dari lisan dan anggota badan kita.

Maka mari kita menernungi sebuah hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang menjelaskan baiknya amalan itu tergantung pada baiknya hati, dan buruknya amalan itu juga bisa bersumber dari buruknya hati kita. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَلاَ وَإِنَّ فِى الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ ، وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ . أَلاَ وَهِىَ الْقَلْبُ

Ingatlah bahwa di dalam jasad itu ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baik pula seluruh jasad. Jika ia rusak, maka rusak pula seluruh jasad. Ketahuilah bahwa ia adalah hati (jantung)” (HR. Bukhari dan Muslim).

Jadi bukan masalah mahal atau murah nya sebuah gamis untuk dipakai. Bukan masalah mahal atau murahnya pakaian dalam keseharian kita. Namun bagaimana hati itu dapat di kendalikan agar ia tidak liar sehingga melahirkan amalan – amalan yang dilarang di dalam Islam.

Semoga bermanfaat … Silahkan di share dengan tetap mencantumkan sumber tulisan ini.

Admin Rumah Belanja Muslim

Tinggalkan Balasan