Berbusana Syar'i
Busana Syari

Berbusana Syar’i

Posted On November 2, 2017 at 4:01 pm by / No Comments

Mengenakan busana syar’i untuk menutup aurat ketika beraktifitas diluar rumah, bagi muslimah merupakan sebuah kewajiban. Namun tidak banyak yang benar – benar melaksanakan menutup aurat dengan busana ini.

Bahkan justru tidak jarang kita temui ada sebagian muslimah yang anti terhadap busana syar’i. Enta karena mengikuti nafsu diri, atau mungkin karena ada sebab-sebab pemicunya.

Tidak di pungkiri, setiap indovidu pasti memiliki salah dan kesalahan. Tidak terluput pula para muslimah yang berbusana syar’i.

Karena memang diantara tabiat manusia adalah selalu melakukan kesalahan. Maka orang – orang yang berbusana syar’i juga banyak melakukan salah. Apalagi penulis tulisan ini. Mungkin kesalahannya justru lebih banyak dari para pembaca.

Jika kita menyadari, bahwasannya tidak ada individu yang terluput dari kesalahan. Maka ada baiknya kita luaskan hati kita. Ketika ada salah seorang dari saudara atau saudari kita berbuat salah kepada kita, maka ingatkanlah dengan baik padanya.

Jangan lantas kita tinggalkan saudara atau saudari kita yang bersalah tersebut.

Begitu juga mungkin sebagian kita ada yang enggan berbusana syar’i karena memang pernah melihat ada sebgian dari perilaku muslimah berbusana tertutup ini kurang baik pada kita.

Jangan kita cela busana syar’i yang mereka pakai. Karena sesuangguhnya busana syar’i ini adalah sebuah amalan, sebuah upaya bagi setiap kita untuk taat dan mendekat kepada sang pencipta.

Jika seadainya ada muslimah berbusana syar’i namun berbuat kesalahan dihadapan kita. Maka berilah nasehat padanya. Jangan jauhi dia, apalagi busana yang ia pakai yang di cela.

Karena menutup aurat itu adalah sebuah kebaikan. dan belum tentu orang yang melaksanakan kebaikan ini menjadi seorang individu yang baik secara keseluruhan.

Maka jika ada diantara kita yang berlum berbusana syar’i dalam menutup aurat sehari hari. Yuuk kita coba dari sekarang melaksanakan perintah syariat ini.

Tidak perlu melihat si fulan dan si alan begini dan begitu. Apalagi melihat orang yang berbusana syar’i ternyata beraliran ekstrem.

Coba kita lihat, apakah semua yang memakai busana tertutup ini berpaham ekstrim ?? Tentu tidak. Mungkin jika dikatakan sebagian memiliki paham ekstrim, mudah mengkafirkan kaum muslimin, mudah menyebut ini thogut itu thogut dan sejenis. Dan tentu ini hanya sebagian kecil saja dari para muslimah yang berbusana syar’i.

Dan coba bandingkan, para wanita di luar sana yang tidak menutup aurat dengan benar. Lihat para wanita yang berpaham sekular, liberal, bahkan atheis di luar, di barat sana. Bukankah kehidupan mereka lebih ekstrim lagi. Bukankah kekerasan di antara mereka lebih ektrim. Tidak dibedakan mana yang baik dan mana yang buruk.

Pergaulan bebas yang mereka anut, membuat terlahir anak – anak tanpa nasab yang jelas. Rusak keturuan dari kerusakan pergaulan. Anak membunuh orang tua, orang tua membunuh anak. Tetangga membunuh tetangganya. Penembakan satu kelompok kepada kelompok lainnya. Pemberontakan, dan lain sebaginya.

Justru orang – orang yang seperti ini, kebanyakannya mereka tidak mengenakan busana syar’i. Bahkan banyak diantaranya yang tidak beragama Islam.

Tentu tidak adil jika kita lihat kesalahan dari sebagian kaum muslim kita generalisir menjadi seolah kesalahan bagi Islam itu sendiri. Padahal kesalahan yang serupa juga banyak dan justru lebih banyak di lakukan oleh orang orang non muslim.

Jika seandainya ada sebagian saudara dan saudari kita yang berpenampilan Islami, ber busana syar’i berbuat kesalahan, maka maafkan mereka. Nasehatilah mereka. Mungkin ini justru akan menjadi jalan kita menuju hidayah.

Jika seandainya ada muslimah di sekitar kita beraliran ekstrim, berbusana syar’i, mudah mengkafirkan. Maka jangan ikuti kayakinan ekstrimnya. namun ikuti gaya penampilannya yang mungkin telah menutup aurat dengan benar.

Berbusana Syar'i
Berbusana Syar’i

Sesungguhnya berbusana syar’i itu bukan untuk menjadi yang paling baik. Tetapi untuk menjadi yang Lebih Baik. Khususnya dalam akidah, muamalah atau selainnya.

Berbusana syar’ilah sekarang, mungkin ini akan lebih memudahkan kita menuju majelis Ilmu. Karena tidaklah sebuah ketaatan kecuali ia akan mengajak kepada ketaatan berikutkan. Dan begitu pula kemaksiatan, ia akan mengajak maksiat maksiat berikutnya.

Maka mari kita berusaha menjalankan ketaatan sedari dini. Bukan untuk menjadi orang yang merasa paling taat. Bukan pula untuk menjadi individu yang merasa paling benar sehingga selainnya terlihat salah.

Namun melakukan ketaatan ini adalah menjadikan kita agar menjadi seorang yang lebih taat. dan dengan satu ketaatan ini kita mulai meninggalkan satu demi satu maksiat kita.

Admin
www.RumahBelanjaMuslim.Com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *