Toleransi Antar Umat Beragama

Toleransi

Toleransi bukan berarti ikut berpartisipasi. Mungkin kalimat ini cukup untuk menggambarkan bagaimana cara bertoleransi yang benar bagi umat Islam di negeri kita ini.

Karena belakangan dan mungkin hampir setiap tahun kita dapati sebagian orang yang berteriak – teriak atas nama toleransi untuk melegalkan partisipasi mengikuti acara agama lain.

Diantara bentuknya kita lihat yaitu ucapan selamat natal atau hari – besar umat selain Islam lainnya yang di ucapkan oleh muslim.

Ini adalah contoh toleransi yang kebablasan. Karena tidak seperti itu panutan kita baginda Nabi besar Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam bertoleransi terhadap selain muslim.

Kita lihat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam di Madinah dahulu tinggal di sekitarnya juga orang – orang Yahudi. Namun Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah di dapati mengucapkan ucapan selamat kepada mereka terhadap perayaan – perayaan hari besar mereka.

Namun Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pun tidak mengganggu acara – acara keagamaan umat selain Muslim.

Maka inilah bentuk toleransi yang benar. Cukuplah dikatakan seorang muslim telah bertoleransi kepada penganut agama lain dengan ia tidak mengganggu acara peribadatan mereka, tidak membuat kerusakan apalagi melakukan bom sana bom sini.

Karena masalah agama adalah ‘untukku agamaku dan untukmu agamamu’. Hal ini tidak bisa di tawar – tawar dan tidak bisa di campur adukkan.

Umat Islam aqidahnya jelas. Maka perhatikan akidah yang benar di dalam Islam. Jangan sampai karena atas nama toleransi yang kebablasan seorang terejerumus dalam kerusakan di akidahnya.

Semoga Allah memberikan hidayah dan taufiqnya kepada kita semua. Aamiiin

Admin Rumah Belanja Muslim

Cadar Budaya Arab

Cadar Budaya Arab
Cadar Budaya Arab

Cadar adalah budaya Arab. Sehingga memakai cadar tidak mempengaruhi kualitas keimanan. Mungkin kalimat ini yang bisa menjadi kesimpulan dari ucapan – ucapan yang beredar belakangan ini, dari kalangan awam, terpelajar, bahkan elit nya.

Pertanyaannya, benarkan cadar adalah budaya Arab ? Apakah orang Arab dari zaman dahulu sudah mengenakan cadar seperti yang kita kenal saat ini ?

Untuk menjawab hal ini, maka kita merujuk kepada salah satu Ayat di dalam Al-Quran, yaitu tepatnya dalam Surat Al-A’raf ayat 28.

وَإِذَا فَعَلُوا۟ فٰحِشَةً قَالُوا۟ وَجَدْنَا عَلَيْهَآ ءَابَآءَنَا وَاللهُ أَمَرَنَا بِهَا

Dan apabila mereka melakukan perbuatan keji, mereka berkata: “Kami mendapati nenek moyang kami mengerjakan yang demikian itu, dan Allah menyuruh kami mengerjakannya” (QS. Al-A’raf : 28)

Ayat ini diturunkan bagi orang-orang musyrik yang dahulu thawaf mengelilingi ka’bah dengan telanjang karena mengikuti nenek moyang mereka, dan mereka mengaku bahwa mereka diperintahkan oleh Allah untuk melakukan hal itu. Padahal keburukan yang dilakukan oleh nenk moyang mereka tidak menjadikan mereka boleh juga untuk melakukannya, dan Allah juga tidak pernah memerintahkan kepada mereka untuk berbuat keji, namun Dia memerintahkan mereka untuk mengikuti jejak para Nabi dan beramal dengan kitab-kitab yang telah diturunkan-Nya serta melarang mereka menyelisihinya. (Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram, via tafsirweb.com)

Perhatikan tafsir ayat yang kami tebalkan. Di sebutkan kebiasaan orang Arab Jahiliyyah dahulu adalah thawaf di ka’bah dalam keadaan telanjang. Dan ini mereka lakukan karena mengikuti apa yang telah di lakukan oleh nenek moyang mereka.

Artinya kebiasaan ini, kebudayaan inilah yang mereka ikuti semenjak dahulu kala. Yang diikuti sampai di zaman jahilyah.

Yang kemudian Islam datang, melarang perbuatan tersebut. Yang ini di tunjukkan dalam kelanjutan ayat.

قُلْ إِنَّ اللهَ لَا يَأْمُرُ بِالْفَحْشَآءِ

Katakanlah: “Sesungguhnya Allah tidak menyuruh (mengerjakan) perbuatan yang keji”) Maka bagaimana bisa kalian mengaku bahwa itu merupakan perintah-Nya

Maka jangankan memakai cadar. Kita dapati bangsa arab jahiyah dahulu mereka tidak menutup aurat dengan benar. Bahkan memiliki kebiasaan thawaf di ka’bah dalam keadaan telanjang.

Kemudian Islam datang, turunlah ayat – ayat tentang perintah untuk menutup aurat, memakai jilbab, ayat – ayat larangan tabarruj (bersolek) bagi wanita muslimah.

Artinya sebelum datang ayat – ayat perintah menutup aurat tersebut, sebelum datang ayat larangan bersolek. Asalnya mereka dahulunya tidak menutup aurat, sehingga di perintah untuk menutup aurat. Asalnya mereka dahulu bersolek, kemudian di larang dari bersolek (tabarruj).

Jadi sekarang tentu jelas. Anggapan cadar adalah produk budaya Arab itu adalah sebuah kesalahan besar. Bertentangan dengan fakta yang ada dalam keterangan nash syariat.

Jika mereka dahulu sudah terbiasa pakai cadar, terbiasa menutup aurat. Maka mengapa Allah masih memerintahkan mereka menutup aurat. Allah memerintahkan menutup aurat itu karena memang awalnya kebudayaan yang di kenal di masa itu adalah kebudayaan yang belum menutup aurat dengan benar.

Bahkan para Ulama sejak zaman dahulu sudah membahas permasalahan memakai cadar bagi muslimah ini. Yang pendapat para ulama Rabbani berkisar antara apakah cadar itu memakainya adalah wajib atau sunnah mustahabbah.

Jadi minimalnya jika memakai cadar adalah sunnah mustahabbah, maka ini adalah perbuatan yang baik yang bernilai pahala.

Setiap seorang yang melakukan amal kebaikan, amal ketaatan, maka ia telah merealisasikan salah satu bentuk taqwa.

Semakin dia beramal ketaatan semakin tingkat ketaqwaan nya betambah. Semakin ia berbuat taat semakin tinggi imannya. Dan begitu juga sebaliknya.

Maka salah besar jika di katakan memakai cadar tidak ada kaitannya dengan kualitas taqwa.

Semoga Allah memberikan hidayah kepada kita semua. Aamiiiin.

Admin Rumah Belanja Muslim.Com

This entry was posted in Nasehat.

Jualan Busana Syar’i Dengan Cara Yang Syar’i

Jualan Busana Syar’i Dengan Cara Yang Syar’i

Jualan busana syar’i itu, hendaknya juga dengan cara – cara yang syar’i tidak melanggar syariat pula.

Jangan sampai kita menjual produk – produk dengan tagline busana syar’i, gamis syar’i, abaya syar’i atau yang semacamnya. Namun cara yang kita lakukan dalam usaha, bisnis dan dagang kita tidak syar’i atau melanggar syariat.

Bukankah rezeki itu telah selesai pembagiannya. Tinta penakdiran telah kering, rezeki telah di tetapkan dan tidak akan berubah.

Maka apapun cara yang kita lakukan untuk meraih rizki yang telah Allah tetapkan tersebut, maka tidak akan mengubah kadar yang akan kita dapatkan.

Halal ataupun haram cara kita mencari rezeki, maka tidak akan berkurang dan tidak pula bertambah sedikit pun dari kadar yang telah Allah tetapkan.

Yang perli di ingat dan di perhatikan oleh setiap hamba, yaitu bahwasannya bisnis, usaha itu hanyalah sebab untuk mendapatkan rizki.

Maka jadikanlah sebab untuk rizki kita dan keluarga kita ini hanya dari yang halal saja. Baik dari dzat nya maupun cara mendapatkannya.

Berbisnis dengan cara yang halal, akan mendapatkan rizki yang telah Allah tetapkan dan tidak menguranginya sama sekali.

Berbisnis dengan segala macam cara baik halal ataupun haram, Allah berikan rizki itu kepada kita tanpa menguranginya sedikitpun.

Maka tentu sebuah kerugian ketika kita berbisnis berjualan busana syar’i namun banyak hal yang kita langgar dari aturan syar’i itu sendiri, hanya demi mendapatkan banyak pelanggan, like, share atau komen akun medsos. padahal dengan cara seperti ini tidak merubah sedikitpun rezeki yang telah Allah tetapkan untuk kita.

Maka hendaknya setiap muslim dan muslimah, para penjual busana muslim atau busana muslimah syar’i. Perhatikan cara – cara kita dalam berbisnis, jangan sampai produk yang kita jual adalah produk busana syar’i, namun cara yang kita tempuh saat berjulan tidak se syar’i produk yang kita jual.

Semoga Allah memudahkan kita semua dalam mencari rizki yang halal dari cara yang benar. Aamiiin.

Admin | Rumah Belanja Muslim

Peluang Bisnis Busana Muslimah Syar’i Modal Kecil

Mau usaha busana muslimah syar’i tanpa belum ada modal yang mencukupi untuk memulai stock produk nya ?

Ada dua jenis kemitraan di Abaya Kaffah yang bisa anda pilih. Pertama anda bisa jadi Agen kami, atau kedua bisa juga jadi Marketer kami. Berikut penjelasan singkat masing – masing peluang usaha tanpa modal tersebut.

Agen

Peluang Bisnis Busana Syar'i Modal Kecil
Peluang Bisnis Busana Syar’i Modal Kecil

Untuk anda yang tertarik menjadi Agen, maka kami siapkan keuntungan untuk anda sebesar 25%.

Sedikit berbeda dengan ketentuan agen busana muslimah yang umumnya kita kenal. Jika kebanyakan agen di persyaratkan ada belanja awal yang besar. Maka dengan ketentuan revisi kami terbaru ini, untuk Agen tidak ada persyaratan belanja dulu di awal.

Jadi anda bisa daftara jadi Agen kami tanpa di persyaratkan belanja awal yang besar. Namun kami sarankan bagi agen untuk membeli beberapa potong produk kami sebagai sampel. Dan saran ini tidak mengikat / kalaupun anda tidak membeli pun anda tetap bisa menjadi Agen kami.

Mengapa kami menyarankan anda membeli beberapa produk di awal ? dan Apa fungsi membeli sampel produk di awal ?

Fungsinya agar anda lebih mudah ketika berjualan nantinya. Jika anda tidak mengenak produk kami seara mendetail, maka akan sulit untuk membuat deskripsi produk yang unik. Atau membuat foto yang berbeda dari yang lain.

Jika anda memiliki stock produk minimal satu per model, maka semakin mudah bagi agen untuk membuat deskripsi sendiri menyesuaikan produk yang ada, anda bisa membuat seunik mungkin deskripsi produk beserta fotonya.

Apa saja tugas Agen ?

Tugas Agen tidak repot, insyaa Allah. Agen cukup fokus dalam melakukan pemasaran, penjualan produk ke konsumen. Dan sisanya seperti packing, pengiriman, hingga tanggungan barang sampai ke pelanggan anda, itu semua adalah tanggung jawab kami.

Agen hanya bertugas melakukan pemasaran, penjualan ke konsumen, dan sisanya adalah tugas kami.

Untuk menjamin kepuasan dan kenyaman konsumen membeli produk Abaya Kaffah maka kami juga memberikan garansi pada barang yang kami kirim.

Jika barang tidak sesuai, atau ternyata barang cacat dari kami, maka konsumen bisa minta tukar barang atau kembali uang, dan agen hanya bertugas komunikasi dengan pelanggan saja, tidak menanggung kerugian jika ada kesalahan dari pihakami sebagai produsen.

Menarik bukan ?

Hanya melakukan pemasaran dan penjualan produk saja tanpa stock barang, tanpa menanggung risiko barang, tanpa berfikir packing ataupun kirim barang. Anda sudah bisa mendapatkan keuntungan sebesar 25% pada setiap penjualan.

Mari gabung jadi Agen Abaya Kaffah sekarang. Untuk infonya bisa langsung menghubungi kami sekarang juga melalui WA di 0822 1859 0682.

Marketer

Marketer Abaya Kaffah
Marketer Abaya Kaffah

Selain peluang menjadi Agen Abaya Kaffah yang dapat menjadi pilihan bisnis jual gamis syar’i tanpa modal. Maka kami juga membuka peluang kemitraan dalam bentuk marketer.

Marketer Abaya Kaffah adalah mitra Kaffah yang bertugas untuk melakukan pemasaran produk abaya kaffah beserta penjualannya.

Dari segi tugas, maka Agen dan Marketer memiliki tugas yang sama. Yang membedakan adalah jumlah Fee yang di dapatkan dan juga target penjualannya.

Untuk agen seperti di jelaskan diatas, Fee yang di dapatkan adalah sebesar 25%. Sedangkan untuk marketer fee nya adalah 5%.

Sedangkan untuk target penjualan nya juga sesuai dengan fee yang di hasilkan.

Untuk Agen memiliki target penjualan minimal 1 kodi (2 set abaya) per bulannya. Sedangkan untuk marketer selama melakukan aktifitas pemasaran dan minimal menghasilkan 1 kali transaksi dalam satu bulan, maka ini sudah cukup.

Dari segi keuntungan, maka menjadi agen keuntungannya lebih besar di banding dari Marketer. Namun dari segi tanggung jawab maka Agen memiliki tanggung jawab yang lebih besar dan di butuhkan kessungguhan dalam berbisnis.

Pilih Mana ?

Pilihlah mana yang cocok menyesuaikan keadaan anda. Jika anda ingin keuntungan yang lebih besar dan memiliki waktu yang cukup luang dan siap dengan konsekwensi yang lebih besar yaitu lebih serius melakukan pemasaran produk. Maka pilihkan Agen. Karena ini lebih sesuai dengan kondisi anda. Jika anda berhasil melakukan traget penjualan selama 3 bulan berturut – turut, maka kami menyediakan BONUS TAMBAHAN yang menarik untuk anda.

Namun jika anda memiliki waktu senggang yang tidak terlalu banyak dan ingin tetap memanfaatkan nya untuk melakukan usaha dengan tanpa modal. Maka Marketer adalah pilihan yang cocok untuk anda.

Mari gabung jadi mitra kami, dan langsung mulai bisnis busana syar’i anda sekarang juga.

Untuk info pendaftaran kemitraan diatas baik Agen maupun Marketer, bisa langsung menghubungi kami melalui WA di 0822 1859 0682 dari sekarang.

Mari manfaatkan peluang bisnis tanpa modal ini sekarang juga. Selagi masih terbuka luas untuk seluruh derah di Indoensia maupun di luar negeri.

Hati – Hati Dalam Bermedsos

hati hati dalam bermedsos
hati hati dalam bermedsos

Medsos saat ini sudah menjadi bagian gaya hidup masyarakat kita. Dari anak – anak, dewasa sampai tua pun bermain medsos.

Banyak hal telah terjadi belakangan ini dengan sebab bermedsos ini. Penyebaran berita hoax yang masif, penipuan, pencemaran nama baik, pertengkaran, pelecehan seksual, pemerkosaan, pembunuhan, dan selainnya.

Belakangan juga kita dapati selain masif di gunakan sebagai media jualan, branding dan sejenisnya. Medsos juga di gunakan sebagai sarana menggalng suara, bahkan sarana untuk mengajak orang berkumpul, demo dan sejenisnya. Ujung – ujungnya kita juga melihat banyak yang berakhir di penjara akibat medsos ini.

Memang manfaat positifnya juga tidak kalah banyak dari adanya medsos ini. Betapa banyak program sosial dapat berjalan dengan baik dengan sebab medsos. Penyebaran informasi lebih cepat melalui medsos. Penggalangan dana pun semakin mudah melalui medsos. Bahkan bisnis pun bisa beromet milyaran melalui medsos.

Ibarat pisau yang bermata dua, begitulah medsos ini bisa di perumpamakan. Ketika kita tidak hati – hati dalam menggunakannya. Maka bisa kita yang terluka.

Jika itu hanya perkara dunia yang mungkin selesai bergitu saja. Namun jika jari jemari kita bermain medsos dengan hal yang dapat membhayakan akhirat kita, dengan hal – hal yang tidak bermanfaat, dengan hal – hal yang mengandung maksiat, maka tentu kelak semua itu akan dimintai pertanggung jawabannya kelak di akhirat.

Maka perhatikan anggotan tubuh kita, perhatikan jari jemari kita ketika bermain medos. Karena setiap jari yang bergerak untuk posting, share, like komentar, kelak akan dimintai pertanggung jawabannya. Tidak ada yang terlewat satupun.

Allah ta’ala berfirman,

Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggung­jawabannya. (QS. Al Isro : 36)

Maka berhati – hatilah dalam bermedsos ria. jangan sampai kita sengsara akibat gerak jari di media sosial kita.

Semoga Allah memberikan taufiq kepada kita semua. Amiiin.

Admin Rumah Belanja Muslim.Com

Di Buka PO Baju Koko Pakistan

Di buka PO (Pre Order) Baju Koko Pakistan untuk ikhwan dari dua pilihan kain yang berkualitas dan nyaman dipakai, yaitu kain katun toyobo dan balotelli yang lembut.

Tersedia dua pilihan model yang bisa di pilih salah satu atau keduanya untuk di order dengan cara pre order kali ini.

Ada baju koko ikhwan dengan model kerah menyerupai kemeja, namun tetap memiliki panjang baju hampir menketi lutut, atau yang sering di sebut koko pakistan.

Ada juga baju ikhwan dengan model kerah seperti baju koko paada umumnya dengan ukuran panjang baju juga mendekati lutut.

Baju ini sangat cocok dipakai ketika ibadah seperti sholat, pengajian atau selainnya. Cocok juga dipakai untuk menghadiri acara – acara islami, juga dipakai ketika santaipun nyaman.

Berikut beberapa foto pilihan model baju koko pakistan tersebut.

Pilihan Model Koko Pakistan

Baju Kurta Kain Katun Toyobo
Baju Kurta Kain Katun Toyobo
Baju Gamis Pakistan Toyobo
Baju Gamis Pakistan Toyobo
Baju Pakistan Balotelli
Baju Pakistan Balotelli

Kedua model baju muslim pria diatas bisa di pesan dengan cara PO (Pre Order) terlebih dahulu di kami.

Anda bisa memesan ukuran baju muslim tersebut dengan menyesuaikan ukuran postur tubuh anda yang patokannya adalah standar ukuran di Rumah Belanja Muslim.

Ukuran baju pakistan ini bisa di pesan dengan cara PO terlebih dahulu mulai dari size M, L, XL sampai XXL.

Untuk menyesuaikan ukuran apa yang tepat bagi pelanggan, maka bisa langsung di komunikasikan ke kami melalui WA di 0822 1859 0682 atau klik Info PO Baju Koko Pakistan ini.

Untuk cara pembayaran Baju Pakistan dengan sistem PO ini bisa dengan dua cara. Pertama bisa di bayar lunas di depan, atau di bayar lunas ketika barang / baju koko ikhwan nya sudah jadi.

Apa perbedaan kedua cara pembayaran tersebut ? Bedanya ada pada harga jual baju koko pakistan.

Jika anda membayar baju yang anda pesan Lunas Di Depan, maka kami akan berikan diskon / potongan harga special menjadi lebih Murah di banding anda melakukan pembayaran setelah barang jadi.

Sedangkan harga jual baju koko ikhwan ketika di bayar setelah barang jadi, adalah harga normal, tidak ada potongan harga.

Maka mari di pesan sekarang juga baju koko pakistan ini dengan cara PO dengan pembayaran lunas di depan. Anda akan mendapatkan produk baju muslim nya berkualitas dengan harga yang lebih Murah.

Untuk info dan pemesanan baju koko pakistan atau yang sering juga di sebut sebagai baju kurta ini. Anda bisa langsung menghubungi kami melalui WA dengan klik tautan Info Order PO Baju Kurta ini.

Admin | www.RumahBelanjaMuslim.Com

Pekerjaan Terbaik Bagi Seorang Muslim

Pekerjaan Terbaik
Pekerjaan Terbaik

Apa pekerjaan terbaik menurut anda ? Apa pekerjaan terbaik bagi seorang muslim ? Apa pekerjaan terbaik di dalam Islam ?

Untuk menjawab beberapa pertanyaan di atas, mungkin setiap kita akan berbeda – beda.

Mungkin ada yang akan menjawab bahwasannya pekerjaan terbaik adalah berdagang. Mungkin juga ada yang berpendapat bertani, industri atau selainnya.

Dan begitu juga para ulama Islam pun berbeda pendapat dalam menetapkan apakah pekerjaan terbaik di dalam Islam. Apa pekerjaan terbaik bagi seorang muslim.

Minimalnya ada tiga pendapat populer di kalangan ulama mengenai pekerjaan terbaik dalam Islam.

Ada ulama yang mengatakan bahwasannya pekerjaan terbaik bagi seorang hamba adalah pedagang. Ada juga ulama lain yang mengatakan pekerjaan terbaik itu petani. Dan ada pula yang menyatakan bahwasannya pekerjaan terbaik bagi seorang muslim adalah pekerjaan industri.

Lalu apa sih alasan masing – masing pendapat mengenai pekerjaan terbaik tersebut ? Berikut beberapa ulasan singkat mengenai alasan beberapa pendapat diatas.

Pekerjaan Terbaik Adalah Berdagang

Sebagian ulama ada yang menguatkan bahwasannya perdagangan adalah pekerjaan yang paling baik. Dalil dari pendapat ini adalah hadits Rafi’ bin Khadij radhiallahu ‘anhu “Ditanyakan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pekerjaan apa yang paling baik ? Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, Pekerjaan yang di kerjakan seseorang dengan tangannya sendiri dan setiap jual beli yang di berkahi(HR. Ath-Thabrani)

Pekerjaan Terbaik Adalah Bertani

Sebagian ulama yang lainnya berpendapat bahwasannya pekerjaan terbaik bagi seorang hamba adalah pertanian. Karena dalam pertanian ini manfaatnya besar dalam dunia maupun agama.

Adapun manfaat di dunia yaitu dapat memberikan manfaat keseluruh negeri. Semua manusia mendapat manfaat darinya, dengan membeli buah dan biji – bijian dan dapat makan darinya. Dengan ini dapat menghasilkan pertumbuhan perekonomian dalam masyarakat dan memberikan kebaikan yang banyak.

Sedangkan manfaat untuk akhirat adalah ketika burung memakan lahan / hasil pertanian maka ini menjadi shadaqah untuknya mau tidak mau. Pertanian ini lebih dekat dengan tawakkal.

Pekerjaan Terbaik Adalah Industri

Sedangkan ulama yang menguatkan bahwasannya pekerjaan terbaik adalah perindustrian berdalil dengan dzahir hadits pekerjaan tangan sebagai pekerjaan terbaik.

Lalu apa pekerjaan terbaik itu ?

Mungkin setelah melihat beberapa pendapat ulama mengenai apa pekerjaan terbaik diatas. Masing – masing memiliki argumen yang kuat yang menlandasai pendapat masing – masing.

Namun terkadang salah satu jenis pekerjaan itu tidak mutlat menjadi pekerjaan terbaik bagi setiap individu.

Karena tidak setiap individu mampu dan cocok bekerja pada salah satu pekerjaan yang tersebut diatas.

Kadang juga seseorang bekerja sebagai pedagang, justru dengan perdagangannya ia terlalikan dari mengingat Allah ta’ala.

Begitu juga para petani yang di sebutkan lebih dekat dengan tawakkal, maka terkadang pun kita dapati bahkan banyak kita dapati yang jauh dari tawakal. Justru kurang dalam bersyukur dan banyak yang kurang dalam kesabarannya menerima ketetapan Allah.

Sehingga kita lihat ketika panen, harga – harga jatuh, maka para petani membuat banyak hasil pertaniannya karena kekecewaannya. Padahal jika seandainya di sedekahkan kepada orang lain maka ini akan lebih besar nilai pahalanya. Dan banyak lagi kejadian yang sejenis dari kekecewaan petani terhadap ketetapan Allah ta’ala terhadap mereka.

Begitu juga tak lepas dari para pekerja di bidang industri. Berapa banyak pekerjaan di bindang industri ini justru banyak mengandung maksiat, bercampur baur, dan melalaikan dari ibadah kepada Allah.

Kesimpulan

Maka mungkin menjadi pendapat yang terbaik dalam hal ini adalah pendapat yang menyatakan bahwasannya pekerjaan terbaik itu adalah pekerjaan yang sesuai dengan keadaan masing – masing dan memenuhi dua kriteria.

Pertama pekerjaan itu cocok bagi dia. Atau dengan bahasa terkininya pekerjaan itu sesuai dengan pasion nya. Sehingga ia dapat mengerjakan pekerjaan nya secara maksimal dan sesuai dengan karakternya.

Kedua pekerjaan itu tidak melalaikannya dari mengingat Allah. Dan ia dapat menjalankan kewajiban – kewajibannya sebagai seorang muslim tanpda terganggu dengan pekerjaan tersebut.

Maka banyak bentuk pekerjaan yang terbaik bagi seorang hamba. Mungkin satu pekerjaan itu baik bagi seorang hamba, dan mungkin bagi orang lain kurang cocok.

Pekerjaan terbaik bukan pada dzat pekerjaan ini. Bukan pula pada banyaknya perbendaharaan dunia yang bisa di raih. Namun intinya pada hal yang dapat semakin mendekatkannya kepada Allah sang pencipta.

Ketika seseorang bekerja dengan pekerjaan yang banyak menghasilkan harta baginya. Namun hal itu justru semakin melalaikannya kepada sang Pencipta. maka hakikat ini bukanlah pekerjaan terbaik, namun pekerjaan yang melalaikan dan membahayakan baginya.

Wallahu a’alam.
Admin | www.RumahBelanjaMuslim.Com