Berbusana Syar’i
Busana Syari

Berbusana Syar’i

Mengenakan busana syar'i untuk menutup aurat ketika beraktifitas diluar rumah, bagi muslimah merupakan sebuah kewajiban. Namun tidak banyak yang benar - benar melaksanakan menutup aurat dengan busana ini. Bahkan justru tidak jarang kita temui ada sebagian muslimah yang anti terhadap busana syar'i. Enta karena mengikuti nafsu diri, atau mungkin karena ada sebab-sebab pemicunya. Tidak di pungkiri, setiap indovidu pasti memiliki salah dan kesalahan. Tidak terluput pula para muslimah yang berbusana syar'i. Karena memang diantara tabiat manusia adalah selalu melakukan kesalahan. Maka orang - orang yang berbusana syar'i juga banyak melakukan salah. Apalagi penulis tulisan ini. Mungkin kesalahannya justru lebih banyak dari para pembaca. Jika kita menyadari, bahwasannya tidak ada individu yang terluput dari kesalahan. Maka ada baiknya kita luaskan hati kita. Ketika ada salah seorang dari saudara atau saudari kita berbuat salah kepada kita, maka ingatkanlah dengan baik padanya. Jangan lantas kita tinggalkan saudara atau saudari kita yang bersalah tersebut. Begitu juga mungkin sebagian kita ada yang enggan berbusana syar'i karena memang pernah melihat ada sebgian dari perilaku muslimah berbusana tertutup ini kurang baik pada kita. Jangan kita cela busana syar'i yang mereka pakai. Karena sesuangguhnya busana syar'i ini adalah sebuah amalan, sebuah upaya bagi setiap kita untuk taat dan mendekat kepada sang pencipta. Jika seadainya ada muslimah berbusana syar'i namun berbuat kesalahan dihadapan kita. Maka berilah nasehat padanya. Jangan jauhi dia, apalagi busana yang ia pakai yang di cela. Karena menutup aurat itu adalah sebuah kebaikan. dan belum tentu orang yang melaksanakan kebaikan ini menjadi seorang individu yang baik secara keseluruhan. Maka jika ada diantara kita yang berlum berbusana syar'i dalam menutup aurat sehari hari. Yuuk kita coba dari sekarang melaksanakan perintah syariat ini. Tidak perlu melihat si fulan dan si alan begini dan begitu. Apalagi melihat orang yang berbusana syar'i ternyata beraliran ekstrem. Coba kita lihat, apakah semua yang memakai busana tertutup ini berpaham ekstrim ?? Tentu tidak. Mungkin jika dikatakan sebagian memiliki paham ekstrim, mudah mengkafirkan kaum muslimin, mudah menyebut ini thogut itu thogut dan sejenis. Dan tentu ini hanya sebagian kecil saja dari para muslimah yang berbusana syar'i. Dan coba bandingkan, para wanita di luar sana yang tidak menutup aurat dengan benar. Lihat para wanita yang berpaham sekular, liberal, bahkan atheis di luar, di barat sana. Bukankah kehidupan mereka lebih ekstrim lagi. Bukankah kekerasan di antara mereka lebih ektrim. Tidak dibedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Pergaulan bebas yang mereka anut, membuat terlahir anak - anak tanpa nasab yang jelas. Rusak keturuan dari kerusakan pergaulan. Anak membunuh orang tua, orang tua membunuh anak. Tetangga membunuh tetangganya. Penembakan satu kelompok kepada kelompok lainnya. Pemberontakan, dan lain sebaginya. Justru orang - orang yang seperti ini, kebanyakannya mereka tidak mengenakan busana syar'i. Bahkan banyak diantaranya yang tidak beragama Islam. Tentu tidak adil jika kita lihat kesalahan dari sebagian kaum muslim kita generalisir menjadi seolah kesalahan bagi Islam itu sendiri. Padahal kesalahan yang serupa juga banyak dan justru lebih banyak di lakukan oleh orang orang non muslim. Jika seandainya ada sebagian saudara dan saudari kita yang berpenampilan Islami, ber busana syar'i berbuat kesalahan, maka maafkan mereka. Nasehatilah mereka. Mungkin ini justru akan menjadi jalan kita menuju hidayah. Jika seandainya ada muslimah di sekitar kita beraliran ekstrim, berbusana syar'i, mudah mengkafirkan. Maka jangan ikuti kayakinan ekstrimnya. namun ikuti gaya penampilannya yang mungkin telah menutup aurat dengan benar. [caption id="attachment_2272" align="aligncenter" width="1280"]Berbusana Syar'i Berbusana Syar'i[/caption] Sesungguhnya berbusana syar'i itu bukan untuk menjadi yang paling baik. Tetapi untuk menjadi yang Lebih Baik. Khususnya dalam akidah, muamalah atau selainnya. Berbusana syar'ilah sekarang, mungkin ini akan lebih memudahkan kita menuju majelis Ilmu. Karena tidaklah sebuah ketaatan kecuali ia akan mengajak kepada ketaatan berikutkan. Dan begitu pula kemaksiatan, ia akan mengajak maksiat maksiat berikutnya. Maka mari kita berusaha menjalankan ketaatan sedari dini. Bukan untuk menjadi orang yang merasa paling taat. Bukan pula untuk menjadi individu yang merasa paling benar sehingga selainnya terlihat salah. Namun melakukan ketaatan ini adalah menjadikan kita agar menjadi seorang yang lebih taat. dan dengan satu ketaatan ini kita mulai meninggalkan satu demi satu maksiat kita. Admin www.RumahBelanjaMuslim.Com
Read More
Nasehat Berbusana Syari
Busana Syari

Nasehat Berbusana Syari

[caption id="attachment_1017" align="aligncenter" width="612"]Busana Syari Busana Syari[/caption]

Fakta Busana Saat Ini 

Kita ketahui bersama, bahwasannya memakai busana syari adalah sebuah kewajiban bagi seorang muslimah untuk menutupi auratnya. Namun dengan adanya kewajiban ini ternyata tidak serta merta semua muslimah bisa dan mau melaksanakannya. Masih banyak diantara saudari kita yang ternyata masih belum berbusana syari.

Betapa banyak di negeri dengan mayoritas umat islam ini yang kaum wanitanya tidak mengenakan busana syari. Bahkan tidak jarang kita lihat para wanita yang berseliweran di tempat-tempat umum tidak menutup tubuhnya dengan baik. Pakaian mini, bahkan bikini pun pernah kita lihat di negeri ini. Apalagi yang sekedar tidak memakai jilbab.

Dengan keadaan seperti ini maka tentu sebuah kewajiban bagi kita untuk saling mengingatkan dan saling menasehatkan ketaqwaan kepada orang di sekitar kita.

Nasehat Berbusana Syari

Banyak cara yang dapat dilakukan oleh seorang muslimah untuk menasehati orang-orang disekitarnya. Bisa melalui nasehat langsung bertatap muka, melalui media perantara, bahkan saat ini juga bisa dimanfaatkan melalui media sosial.

Nasehat ini bisa dilakukan dengan ucapan / tulisan secara langsung mengenai pokok perkara yang bersangkutan. Dan bisa juga melalui perumpamaan atau selainnya.

Perhatikan Nasehatmu

Yang ingin menjadi sorotan kami pada kesempatan kali ini adalah nasehat seorang muslimah kepada muslimah lainnya melalui medsos.

Medsos ini khususnya facebook, twitter dan selainnya merupakan salah satu media dengan perngguna terbanyak di negeri kita. Maka tak heran banyak yang mengambil manfaat darinya.

Salah satu manfaat yang dapat di ambil dari medsos ini yaitu dapat menjadi media untuk saling menaasehati antara kaum muslimin.

Namun dalam memberi nasehat ini hendaknya kita perhatikan konten nasehat kita. Tidak jarang kita dapati seseorang yang justru lari dari nasehat karena konten yang terlalu memojokkan, konten yang menyalahkan, atau bahkan konten yang langsung memvonis.

Perlu kita pehatikan, bahwasannya orang yang melakukan kesalahan itu tidak membutuhkan vonis. Karena terkadang orang melakukan kesalahan itu ia sengaja dan menyadari ia salah dan terkadang juga ia tidak tahu sehingga ia tidak merasa salah.

Begitu juga nasehat berbusana syari. Hendaknya setiap kita bisa lebih menjaga konten nasehat itu. Jangan sampai yang tujuan awal kita ingin menasehati, karena mungkin bahasa kita yang kasar, main vonis, akhirnya orang justru lari dari kita.

Main vonis, nasehat dengan kata kasar, memojokkan mungkin saja difahami bukan sebagai nasehat. Bahkan ini dapat memunculkan kesan merasa paling benar dan paling bau surga sendiri. Hingga akhirnya kita dapati julukan ini menempel kapapa para akhowat dan umahat yang berbusana syari.

Nasehat itu tidak berarti semata-mata hanya penjelasan tentang sebuah perkara itu salah. Nasehat itu tidak hanya semata-mata kita sampaikan dalil sementara orang yang dituju sudah tidak enak hati dengan kita.

Terkadang cukup dengan sedikit senyuman, kata yang santun dan ramah, dapat membawa seseorang kepada hidayah. Terkadang menampakkan akhlak yang baik, ramah dengan sesama muslim, saling sapa dan tidak terkesan eksklusif itu lebih bisa menarik simpati saudara kita.

Maka mari kita manfaatkan hal yang sebenarnya ringan ini. Jika kita ingin menasehati, maka nasehatilah dengan cara yang baik. Tunjukkanlah akhlak yang baik kepada saudara kita. Mudah-mudahan ini dapat menjadi sarana hidayah baginya dan bagi kita. Wallahu a’lam.

Fanspage RUMAH BELANJA MUSLIM
Akun FB RUMAH BELANJA WHYLUTH
Admin www.RumahBelanjaMuslim.Com
Read More