Nasehat Kematian
Nasehat

Nasehat Kematian

Kematian Pasti Datang

Siapapun kita, laki - perempuan, besar - kecil, tua - muda, pejabat - rakyat jelata, berpendidikan - ataupun tidak, bahkan bayi sekalipun, berpeluang mendapati kematian di hadapan kita. Maka jangan pernah merasa aman. Karena kematian itu selalu mengintai kita dimanapun berada. Tidak ada seorangpun yang mampu untuk menghindari kematian itu. Bahkan ketika kita pergi kemanapun, menghindar dimanapun, pasti Allah akan perjalankan kita ketempat dimana ajal itu akan datang menjemput kita.

Mati Tidak Menunggu Taubat Kita

Ingat kematian tidak menunggu taubat kita. Maka mari kita kembali kepada Allah.Mari kita berlari dari kemurkaan Allah ta'ala menuju Rahmat dan Ampunan Allah ta'ala. Mari kita hijrahkan hati kita menuju Allah. Mari kita perbanyak taubat kepada Allah. Mari kita perbanyak istighfar kita kepada Allah tabaraka wa ta'ala. Mari kita jauhi sebiasa mungkin berbagai macam maksiat yang dapat menyeret kita kepada maksiat lainnya. Yang satu maksiat dapat membekaskan setitik hitam dalam hati kita. Mari kita berusaha beramal ketaatan. Mudah mudahan satu amal ketaan kita di hari ini dapat mengajak ketaatan ketaatan berikutnya. Sehingga sedikit demi sedikit kita mulai terbiasa dengan ketaatan dan mengurangi maksiat kita kepada Allah ta'ala.

Kematian Itu Dekat

Sadarilah wahai diri, bahwasannya kematian itu dekat. Entah sekarang, esok atau lusa ... atau kapanpun itu ... Pasti kematian itu akan menjemput kita dimanapun berada. Tidak penting perkara dunia apa yang telah kita capai ... Yang penting menjadi perhatian kita, bahwasannya penyesalan di hari pembalasan tiadalah berguna. Dan diantara sebab penyesalan itu salah satunya lupa dengan kehidupan akhirat dan terlena dengan angan-angan kehidupan dunia dan perhiasannya. Betapa banyak dari kita, terlena oleh dunia seingga lupa bahaya maksiat. Lalai dengan kecilnya maksiat, padahal di saat yang bersamaan kita telah bermaksiat kepada Rabb yang Maha Agung, yang Maha besar yang menciptakan, memberi rizki, menghidupkan dan mematika kita. Maka sebelum waktu itu tiba ... Mari kita sesali segala kesalahan kita. Mari kita tinggalkan apa apa yang dapat merugikan kehidupan akhirat kita dari dosa dan maksiat kita. Ingat hari ini di dunia adalah hari beramal ... Dan esok di akhirat adalah hari pertanggung jawaban dan hari pembalasan .. Maka jangan sia siakan waktu yang tersisa ... Semoga kita semua di beri khusnul khotiman di akhir nafas kita .. Aamiin.   Nasehat Dari Pendosa Akhukum AMW   Admin | www.RumahBelanjaMuslim.Com
Read More
Menututup Aurat Untuk Siapa ?
Nasehat

Menututup Aurat Untuk Siapa ?

Menutup aurat kita sepakai merupakan sebuah perbuatan yang terpuji. Hal ini di ajarkan di dalam Syariat Islam dan di sepakati oleh adat dan kebiasaan ketimuran negeri kita. Tentang menutup aurat ini, hampir hampir tidak ada akal sehat yang mencela perbuatan ini. Dimana dengan menutup aurat ini seorang manusia di muliakan. Dengan menutup aurat ini seorang manusia di bedakan dengan hewan. Karena memang hewan tidak di perintahkan untuk menutup aurat. Namun ternyata dengan kesepakatan tentang baiknya menutup aurat ini tidaklah menjadikan hal ini mejadi sebuah amalan setiap manusia. Padahal manusia itu sendiri di muliakan dengan menutup aurat. Betapa banyak kita lihat di hari ini yang mereka tidak sungkan menampakkan auratnya di tempat tempat umum. Seolah-olah membuka aurat merupakan sebuah kebanggan, sebuah tanda kemajuan zaman. Entah pola fikir yang salah, atau budaya yang berubah, atau mungkin pergaulan yang keblinger yang terjadi manusia di sekitar kita yang ikhlas dan rela membua auratnya. Bahkan banyak diantara mereka adalah seorang muslim dan muslimah yang notabene beragama Islam.

Menutup Aurat Di Negeri Kafir

Coba kita lihat di negeri negeri kafir nun jauh di sana. Berapa banyak saudari saudari kita yang beragama Islam di sana berusaha keras dengan berbagai macam ancaman untuk bisa menutup aurat nya. Sebut saja di Paris, di Amerika dan sejenisnya. Dimana muslimah yang berbusana menutup aurat di larang, memakai cadar mendapat ancaman keras, di halang halangi. Tapi banyak dari muslimah di sana yang bersikeras ingin mengamalkan agamanya dalam syariat menutup aurat. Coba Bandingkan di negeri kita hari ini. Bahkan di beberapa tempat, daerah pemerintah daerah mewajibkan busana muslimah, jilbab untuk muslimahnya. Ternyata dalam keadaan seperti pun, banyak yang mengaku muslimah namun enggan memakai jilbab, enggan menutup aurat. Entah belum bisa, belum mampu, panas dan selainnya dari alasan yang berkesan di cari cari. Kita di negeri dengan masyoritas penduduk muslim, tidak ada pelarangan memakai busana syari, namun ternyata orang Islam yang di dalamnya masih saja enggan menutup aurat. Bahakn kita dapati ada sentimen sentimen negatif terhadap orang yang menutup aurat dengan benar.

Untuk Siapa Perintah Menutup Aurat?

Pertanyaannya, lalu sebenarnya untuk siapa perintah menutup aurat ini ? Untuk orang Islam kah ? Untuk orang Arab kah ? Untuk wanita kah ? Untuk laki laki kah ? Untuk Kiyai, Ustadz / Dzah? Atau hanya khusus untuk Nabi dan Rasul saja, sehingga kita bebas membuka aurat di sana sini ? Sementara yang kita akui kita meyakini Islam sebagai agama yang benar. Sungguh diantara kita hampir dapat di pastikan mungkin tidak ada yang berkeyaninan salah dari pertanyaan pertanyaan diatas. Setiap kita ditanya untuk siapa menutup aurat itu tentu akan menjawab untuk setiap manusia, baik mukmin maupun kafir, laki maupun perempuan, kaya atau miskin, Ustadz atau awam, Nabi dan termasuk umatnya kita di hari ini. Jadi kalau kita tahu perintah ini berlaku umum untuk kita semuanya, lalu mengapa masih enggan menutup aurat? Tidakkah ancaman ancaman Allah itu sudah mampu untuk membuat anda gentar untuk membuka aurat? Atau hal ini di karenakan faktor kurangnya keyakinan anda terhadap perintah dan ancaman Allah yang nyata ? Atau bahkan mungkin ada masih ada keraguan tentang hari pembalasan kelak ?? Dimana ketika kita di bangkitkan, kita di hadapkan kepada Rabb kita untuk ddiminta pertanggung jawaban atas amalan kita? Sungguh bencana jika perbuatan membuka aurat ini di dasari kurangnya keimanan kita terhadap al-Quran, perintah dan ancaman Allah. Padahal kehidupan yang sesungguhnya bagi kita bukanlah di dunia ini yang fana. Namun kehidupan yang sesungguhnya di akhirat kelak. Jika kita tidak mempersiapkan bekal kehidupan akhirat kita sedari sekarang, Lalu kapan lagi. Apakah anda kita tunggu ketika penyesalan itu tiada manfaatnya lagi bagi kita? Sehingga yang tersisa hanyalah rintihan air mata darah akibat siksa di neraka ? Tentu tidak. Tentu tidak. Kita tidak menginginkan ini semua. Kita berlindung dari siksa neraka. Kita berlindung dari di masukkannya kita ke dalam neraka. dan kita memohon kepada Allah agar di masukkan ke dalam Surga. Dan untuk masuk ke dalam surga ini tentu tidak serta merta kita bisa kesana. Karena ada hal yang harus kita kerjakan untuk menujunya. Ada amalan - amalan ketaatan yang harus kita kerjaakan. Ada jalan jalan yang harus kita tempuh. Ada upaya yang harus kita kerjakan. Maka wahai saudara dan saudariku. Mari kita berbekal sekarang. Mulai dari diri kita, keluarga dan orang di sekitar kita. Ajarkan pada mereka menutup aurat yang benar. Karena ini selain merupakan bagian dari amal ketaatan, juga merupakan kemuliaan dan keselamatan bagi kita. Karena tidaklah sebuah syariat yang datangnya dari Allah ta'ala kecuali di dalamnya mengandung Maslahat yang lebih besar dari mudhorotnya. Wallahu a'lam.   Admin www.RumahBelanjaMuslim.Com
Read More
Dua Kerusakan Wanita Membuka Aurat
Nasehat

Dua Kerusakan Wanita Membuka Aurat

Membuka aurat baik bagi pria maupun wanita adalah sebuah perbuatan yang di larang di dalam Islam. Namun pelarangan ini tidak serta membuat kaum muslim lantas mentaatinya. Betapa banyak di negeri kita yang mayoritas muslim dan muslimah ini yang mereka membuka auratnya di tempat umum. Bahkan masih tidak jarang kita mendapati wanita yang beragama Islam tidak mengenakan jilbab. Jika kita berfikir sedikit lebih panjang lagi. Ketika seorang wanita yang membuka aurat ini ternyata lebih banyak mudhorot yang mungkin ditimbulkan. Minimalnya ada dua sisi kerusakan yang akan ditimbulkan ketika seorang wanita membuka aurat. Dua sisi tersebut yaitu,

Kerusakan Dari Sisi Wanita

Kerusakan yang mungkin timbul dari sisi wanita yang membuka aurat diatarana bahwasannya ia akan terancam dari berbagai macam tindak kriminal, pelecehan seksual, kekerasan seksual, bahkan sampai pemerkosaan dan pembunuhan. Masih dari bagian kerusakan yang mungkin timbul dari wanita yang membuka aurat. Ketika ia ada seorang ibu, maka tentu ia telah memberikan contoh yang buruk kepada anak-anaknya. Secara langsung ataupun tidak, ia telah mengajarkan membuka aurat kepada anak-anaknya. Maka tidak heran ketika seorang ibu yang tidak segan untuk menampakkan auratnya ditempat umum, begitu juga anak-anaknya akan mengikuti. Hal ini mungkin karena perbuatan tersebut dianggap sebagai perbuatan biasa. Dan ketika anak-anak perempuannya membuka aurat, maka mereka pun terancam dengan kemungkinan keriminal diatas. Kerusakan yang mungkin di dapat oleh wanita selanjutnya, yaitu ketika ia adalah seorang kakak. Maka kemungkinan adik-adiknya atau saudarinya yang lain bisa mengikuti gaya penampilannya yang tidak malu membuka aurat. Atau minimalnya, jika ia mengetahui membuka aurat bagi wanita itu perbuatan buruk. Ketika ia ingin menasehati adik-adiknya, atau saudarinya yang lain, maka kemungkinan nasehatnya akan susah masuk. Karena bisa jadi adik atau saudarinya tersebut tidak melihat suri tauladan yang baik padanya. Apalagi jika seorang wanita itu berprofesi menjadi seorang guru. Maka dapat anda bayangkan bagaimana dampak kepada anak didiknya ketika seorang guru saja tidak segan membuka aurat. Kerusakan akhlak, kerusakan moral pun susah di dihindari. Karena anak sedari kecil di suguhi dengan tontonan yang kurang baik.

Kerusakan Dari Sisi Pria

Bagitu juga dari segi kerusakan pada pria yang melihat wanita membuka aurat. Minimal jika ia melihatnya tidak sengaja, dapat membangkitkan syhwatnya. Ketika ia mempu menanganinya dengan jalan yang halal. Maka alhamdulillah. Namun ketika tidak, maka hal ini akan berujung minimal pada terkotorinya hati seorang muslim. Tidak bisa dipungkiri, seorang laki-laki memiliki kecenderungan yang lebih terhadap wanita. Respon ketika melihat wanita yang membuka auratpuna akan lebih besar. Maka jika seorang pria ini tidak memiliki bekal ilmu agama yang kuat, bekal keimanan yang mantab, maka dari awal pandangan terhadap wanita yang membuka aurat ini dapat menjerumuskan dia ke berbagai dosa dan maksiat. Tidak tertinggal pula, ketika seorang pria sampai berbuat dosa dan maksiat ataupun perbuatan keji di karenakan pandangannya terhadap wanita yang membuka aura. Maka tentu dosa ini pun bisa menjadi bagian dari investasi terus menerus seorang wanita yang membuka aurat tersebut. Sudah kita maklumi. bahwasannya pandangan adalah panah beracunnya syaiton. Pandangan adalah utusan syahwat. Maka ketika seorang pria tsulit menjaga pandangannya, bahkan terus menerus di suguhi pemandangan aurat wanita yang begitu murh di buka. Maka peluang perbuatan keji, maksiat dan dosa akan terbuka lebar. Syaitan akan lebih leluasa menggangu manusia. Syaitan akan lebih mudah mengajak manusia kepada jurang kehancuran. Maka sangatlah benar. Jika Rasulullah shallallahu 'alihi wa sallam pernah berabda bahwasannya sebesar-besar fitnah terhadap seorang laki-laki adalah fintah wanita.

Nasihat Bagi Kita

Maka wahai para wanita, jangan mau dan rela tubuhmu yang indah itu di jadikan sebagai investasi dosa. Syukurilah apa yang tekah di anugrahkan Allah kepada kita dengan selalu memanfaatkannya di jalan yang benar, di jalan yang di ridhoi Allah. Jaga perhiasannya dan simpanlah rapat-rapat. Berikan perhiasan terindah yang terjaga kepada orang terbaik mu kelak di kala halal. Simpan rapat-rapat mahkota kehormatanmu hingga kelak engkau dapatkan yang serupa dengannya dari calon teman hidupmu baik didunia maupun di ahirat. Begitu juga untuk pada pria. Tundukkanlah pandanganmu, agar hatimu lebih suci. Tidak terkontaminasi oleh racun syahwat ditempat yang haram. Perbanyaknya mengingat pemutus kenikmatan. Sehingga ketika nikmat yang semu itu datang menghampiri, engkaupun mampu untuk menangkisnya. Dan perbaikilah dirimua sehingga kelak orang yang terbaikpun datang menghampiri di dalam dekapanmu besarta mahkota perhiasaannya yang indah terjaga. Wallahu a'lam. Admin www.RumahBelanjaMuslim.Com
Read More
Adab Menyebar Berita
Nasehat

Adab Menyebar Berita

Hati- Hati dalam Menyebar Berita dan Mengkonsumsinya

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَنْ تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَىٰ مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ

Wahai orang- orang yang beriman, jika ada seorang faasiq datang kepada kalian dengan membawa suatu berita penting, maka tabayyunlah (telitilah dulu), agar jangan sampai kalian menimpakan suatu bahaya pada suatu kaum atas dasar kebodohan, kemudian akhirnya kalian menjadi menyesal atas perlakuan kalian. (al-Hujurât : 6)

Jangan Menyebar Berita Yang Kita Tidak Mengetahuinya

Karena kelak seorang hamba akan dimintai pertanggung jawaban terhadap apa yang telah di lakukan oleh anggota tubuhnya.

وَلا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَوَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولا

"Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya." (QS Al-Isroo' : 36)

Setiap Perbuatan Pasti Akan Di Awasi dan Akan di Catat

Allah Ta'ala juga berfirman,

مَّايَلْفِظُ مِن قَوْلٍ إِلاَّ لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ

“Tiada suatu ucapanpun yang diucapkan, melainkan ada di dekatnya Malaikat pengawas yang selalu hadir”. (Qaf : 18)

Tidak Setiap Berita Layak Di Sebar

كَفَى بِالْمَرْء كَذِبًا أَنْ يُحَدِّثَ بِكُلِّ مَا سَمِعَ

“Cukuplah seseorang dikatakan berdusta bila menceritakan segala hal yang ia dengar.” (HR. Muslim)

Sikap Kita

Maka mari perhatikan lagi apa yang kita sebar. Apakah sudah kita ketahui dengan jelas sumber beritanya, darimana berita itu berasal, siapa yang membawa beritanya, apakah berita itu benar, dan layakkan berita itu kita sebar.

Betapa banyak kaum muslimin di hari ini banyak yang terburu-buru dalam menyebar berita dan mengkonsumsinya. Bahkan terkadang berita itu di sebar dahulu baru ia pahami isinya.

Akhirnya baru ia ketahui ternyata berita itu adalah berita dusta. Atau berita yang syarat dengan kepentingan sebagian golongan. Atau berita pelintiran yang pembawa beritanya juga tidak jelas.

Dan tentu ini bertentangan dengan apa yang di perintahkan Allah agar kita tabayun sebelum menyebar berita.

Bukankah sudah cukup ancaman seseorang itu dianggap pendusta  hanya dengan ia menyebarkan semua berita yang sampai padanya?

Maka mari kita lebih bijak lagi dalam menyebar berita. Admin www.RumahBelanjaMuslim.Com Untuk Info Kajian Sunnah dengan sedikit tambahan.  
Read More
Bangga Memakai Atribut Non Muslim
Nasehat

Bangga Memakai Atribut Non Muslim

[caption id="attachment_1195" align="aligncenter" width="1500"]Bangga Memakai Atribut Non Muslim Bangga Memakai Atribut Non Muslim[/caption]

Simbol Kemajuan Zaman

Sebuah fenomena yang terjadi di masyarakat muslim di sekitar kita saat ini yaitu berbangga dengan memakai atribut yang berbau kebarat-baratan atau atribut non muslim.

Berapa banyak dari kalangan remaja muslim di sekitar kita yang mereka lebih suka terhadap atribut yang ia anggap simbol kemajuan zaman. Dan ternyata atribut tersebut adalah atribut yang mencirikan agama non Islam. Atau minimalnya atribut tersebut adalah ciri dan simbol-simbol maksiat.

Sebut saja logo salib terselubung, baik di logo klub bola, atau logo pemusik, penyembah setan dan selainnya. Tak lupa berbagai macam bentuk pakaian dan gaya kebarat-baratan yang notabene berasal dari non muslim. Rok mini, bikini, celana ketat, dan selainnya. Menjadi sebuah konsumsi gaya yang dianggap sebagai simbol kemajuan zaman.

Hingga karena hal seperti ini sudah banyak akhirnya menjadi lumrah dan tidak menjadi sebuah perkara yang harus diingkari dan diluruskan.

Dan sebaliknya, karena racun budaya, gaya hidup, dan atribut kebarat-baratan  ini sudah menjangkiti kaum muslim di sekitar kita. Sehingga kita temui justru anggapan miring, nyinyiran, bahkan pelecehan di lancarkan kepada kaum muslim yang berpenampilan dengan atribut yang Islami.

Seperti wanita muslimah yang memakai gamis, jilbab panjang dan bercadar, pria yang memakai celana cingkrang, pria yang memakai sarung, memakai baju koko, pria memakai baju gamis, dan sejenisnya dianggap sebagai orang yang aneh. Dari sebutan ketinggalan zaman, kuno, kampungan, sampai-samapai teroris. Begitu juga nyinyiran dengan nada meledek yang menganggap kebiasaan berbusana ini adalah kebiasaan orang Arab, sehingga tidak layak dipakai dinegeri kita Indonesia ini.

Sadarlah Saudaraku

Sadarlah saudaraku. Jika anda anggap pakaian yang menutup aurat bagi wanita itu kampungan, budaya Arab. Jika anda anggap pakaian gamis untuk laki-laki itu kuno dan tidak sesuai dipakai di negeri kita.

Maka ingatlah pakaian ketat yang sering anda lihat, bikini, celana jeans compang-camping, kaos dengan logo-logo non muslim, logo-logo kefajiran, itu bukanlah berasal dari negeri ini. Gaya hidup tersebut adalah hasil adobsi dari gaya hidup orang luar dari negeri yang katanya maju sehingga ketika masuk di negeri kita ini dianggap sebagai simbol kemajuan zaman.

Jika anda anggap yang menutup aurat itu tidak layak, jika anda anggap yang memakai pakaian yang mencerminkan ke Islaman ini berasal dari budaya luar, tidakkah anda tahu bahwasannya Islam itu turun di Negeri Arab kepada Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam yang beliau adalah orang Arab?

Mengapa anda begitu benci dengan hal yang berbau Arab? Padahal agama Islam ini turun di Arab, Nabi kita berasal dari suku di Arab?

Bukankah jika seandainya baik sebuah kebiasaan itu, maka tidaklah menjadi masalah bagi kita untuk mengadopsi dan memakainya. Sementara jika bidaya itu adalah budaya rusak justru harus kita tinggalkan.

Namun mengapa malah justru kita ambil dan anggap biasa budaya barat yang merusak dan kita perangi budaya Islam yang katanya budaya Arab untuk tidak di pakai di negeri ini?

Padahal menutup aurat itu bukanlah syariat hanya untuk orang Arab. Dan memakai gamis, jilbab panjang serta cadar itu bukan hanya di syariatkan untuk orang Arab. Karena agama kita ini turun untuk seluruh alam. Termasuk kita yang berada di Indonesia yang telah memeluknya.

Maka jangan anti dengan agama dengan mengatasnamakan budaya.

Ada baiknya sebelum berbicara dan komentar kita pelajari dahulu apa yang akan kita ucapkan. Apakah sudah sesuai dengan faktanya, atau hanya berlandaskan sikap apatis kita terhadap agama sehingga apa yang kita anggap tidak sesuai dengan nafsu serta merta kita tentang dan kita caci.

Mudah-mudahan ini dapat menjadi nasehat bagi kita semua. Agar lebih memahami agama ini dari sumbernya. Bukan menafsirkan agama dengan akal dan syahwat kita. Namun tafsirkanlah agama sebagaimana yang telah di tafsirkan oleh para ulama yang memahami agama. Wallahu a’lam.

Admin www.RumahBelanjaMuslim.Com
Read More
Untaian Nasehat Untuk Kita Yang Bermaksiat
Nasehat

Untaian Nasehat Untuk Kita Yang Bermaksiat

[caption id="attachment_1122" align="aligncenter" width="632"]Untaian Nasehat Untuk Kita Yang Bermaksiat Untaian Nasehat Untuk Kita Yang Bermaksiat[/caption]

Keadaan Hati

Terkadang kita merasakan dalam hidup ini terasa hati itu lemah. Berbagai macam bisikan masuk kedalamnya. Bisikan baik maupun bisikan buruk. Ketika keadaan hati sedang kuat, keimanan pun menguat, maka kita mampu menepis ajakan tipu daya syaiton, ajakan syahwat yang menjerumuskan. Namun ketika keadaan hati sedang rapuh, lemah, keimanan mengendur, maka bisa jadi kita terjerumus dalam ajakan maksiat.

Maka butuh bagi hati-hati kita mendapat asupan energi. Sebagaimana tubuh yang lemah membutuhkan asupan nutrisi yang cukup. Maka begitu juga hati kita yang terasa lemah, maka membutuhkan asupan nasehat untuk memperkuat iman.

Perkara Yang Disenangi Syahwat

Terkadang kita merasakan ada ajakan-ajakan kepada perkara-perkara yang kita rasa itu menyenangkan syahwat. Berbagai macam ajakan itu meraya dan terus menyerbu hati kita untuk melakukannya. Hingga berbagai macam syubhatpun masuk ke dalam hati. Berbagai macam pembelaan untuk melegalkan kesenangan yang haram pun masuk mengotori hati.

Padahal jika kita sadar, bahwasannya Surga itu diliputi oleh hal-hal yang tidak disenangi, dan neraka itu diliputi oleh hal-hal yang menyenangkan syahwat, maka tentu kita akan berhenti darinya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

حُفَّتِ الْجَنَّةُ بِالْمَكَارِهِ وَحُفَّتِ النَّارُ بِالشَّهَوَاتِ

“Surga itu diliputi perkara-perkara yang dibenci (jiwa) dan neraka itu diliputi perkara-perkara yang disukai syahwat.” (HR. Muslim)

Ketika datang ajakan kepada kita untuk bersenang-senang dengan campur baur lawan jenis yang bukan mahrom. Ketika datang kesempatan kepada kita untuk berkholwat dengan lawan jenis yang bukan mahrom. Ketika mata mendapat kesempatan memandang yang haram. Dan ketika pandangan manusia jauh dari kita sementara peluang bermaksiat di depan mata.

Maka ingatlah perkara – perkara ini memang nikmat dengan ukuran syahwat. Namun ini dapat berujung kepahitan dan kepedihan yang lebih besar kelak di akhirat.

Dan ketika kita mampu menahan, mungkin terasa berat, dan tidak menyenangkan. Namun ini dapat berbuah pahala yang berujung bahagia di akhirat kelak.

Untaian Nasihat Pengawas Diri  

Ibnu Rojab rahimahullah berkata, "Seorang lelaki pernah merayu seorang wanita ditengah gurun pasir pada malam hari, tetapi sang wanita menolak. Lelaki tersebut pun berkata kepadanya, "Tidak ada yang melihat kita sekarang, melainkan bintang-bintang." Si wanita pun berkata,

"lalu dimanakah yang menciptakan bintang-bintang tersebut?"

(Syarhu Kalimat Al-Ikhlas hlm. 49, cit Fiqh Asmaul Husna hlm. 218)

Allah ta'ala berfirman,

أَلَمۡ يَعۡلَم بِأَنَّ ٱللَّهَ يَرَىٰ

"Tidakkah dia mengetahui bahwa sesungguhnya Allah melihat segala perbuatannya?" (QS. Al-'Alaq : 14)

Ibnu Rojab rahimahullah berkata, “Ada seorang laki-laki yang memaksa seorang wanita untuk berbuat kekejian dan memerintahkan kepada wanita tersebut untuk mengunci pintu-pintu. Kemudian orang laki-laki tersebut berkata, “Apakah masih ada pintu yang belum dikunci ?” Si wanita itu mengatakan,

Ya, ada, yaitu pintu antara kita dan Allah”.

Laki-laki tersebut pun tidak menyentuh si wanita tersebut. Sebagian orang melihat seorang berbicara dengan seorang wanita, maka orang tersebut mengatakan, “Sesungguhnya Allah melihat kalian berdua, semoga Allah menutupi (aurat) kami dan kalian berdua.” (Syarhu Kalimat Al-Ikhlas hlm. 49, cit Fiqh Asmaul Husna hlm. 224)

Allah ta’ala berfirman,

يَعلَمُ خائِنَةَ الأَعيُنِ وَما تُخفِي الصُّدورُ

Dia mengetahui (pandangan) mata yang khianat dan apa yang disembunyikan oleh hati.” (QS. Al-Ghofir : 19)

Ibnu Katsir rahimahullah berkata tentang makna ayat ini, “Allah ta’ala mengabarkan tentang Ilmu-Nya yang sempurna yang meliputi segala sesuatu, yang besar maupun yang kecil agar manusia berhati-hati dari pengawasan Allah terhadap mereka. Hingga mereka merasa malu kepada Allah dengan sebenar-benarnya dan bertaqwa kepada-Nya dengan sesungguhnya, merasa selalu diawasi oleh Allah yang selalu melihatnya. Karena Allah ta’ala mengetahui mata yang khianat meskipun dzahirnya amanah. Dia mengetahui apa yang dirahasiakan oleh dada-dada mereka.” (Tafsir Ibnu Katsir 7/127, cit idem)

Ketika Maksiat Itu Terasa Kecil

Maksiat terkadang terasa kecil dirasa. Ketika kondisi hati sedang redup dari cahaya iman, maka ajakan masiat itu terasa ringan. Maka ketika ini terjadi pada diri kita, hendaknya kita renungi sebuah perkataan ulama berikut,

لا تنظر إلى صغر الخطيئة ولكن انظر إلى عظم من عصيت

Janganlah engkau melihat pada kecilnya dosa / maksiat, Akan tetapi lihatlah pada agungnya siapa yang engkau maksiati (yaitu Allah Ta’ala).”

Maka jangan pernah anggap sebuah maksit itu kecil. Bisa jadi apa yang kita anggap kecil itu ternyata perkaranya sangat besar di sisi Allah.

Dan ingatlah, ketika kita bermaksiat, ketika kita mendahulukan ajakan syahwat dengan mengesampingkan larangan Allah. Maka ketika itu seolah-olah kita sedang menghamba kepada syahwat sehingga mengkesampingkan larangan Allah yang maha agung.

Ketika Mendapat Ujian

Dan sebagai nasehat bagi diri kita, yaitu ketika ujian menimpa kita. Ketika bencana menimpa kita. Bisa jadi itu semua adalah akibat dari perbuatan kita. Yaitu perbuatan maksiat yang sebelumnya kita kerjakan.

وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ

Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).” (QS. Asy Syuraa: 30)

Pernah suatu kali beliau (Asma` bintu Abu Bakr) mengalami sakit kepala yang sangat. Maka beliau meletakkan tangannya di atas kepala seraya berkata: “Ini karena dosaku. Dan ampunan Allah Subhanahu wa Ta’ala sangat melimpah”. (Usudul Ghaabah Fii Ma’rifatish Shahaabah Ibnul Atsiir al-Jazari Daarul Fikri Cet. 1426, cit Almanhaj . Or.Id)

Maka ketika ujian itu datang, musibah itu menghampiri diri kita, keluarga kita. Maka mari perbanyak istigfar. Bisa jadi ujian dan musibah ini datang diakibatkan dosa – dosa kita yang telah lalu. Dan kita berharap dengan ujian / musibah ini dapat menjadi pelebur dosa kita.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, مَا يُصِيبُ الْمُسْلِمَ مِنْ نَصَبٍ وَلَا وَصَبٍ وَلَا هَمٍّ وَلَا حُزْنٍ وَلَا أَذًى وَلَا غَمٍّ حَتَّى الشَّوْكَةِ يُشَاكُهَا إِلَّا كَفَّرَ اللَّهُ بِهَا مِنْ خَطَايَاهُ

Tidaklah seorang muslim tertimpa suatu kelelahan, atau penyakit, atau kehawatiran, atau kesedihan, atau gangguan, bahkan duri yang melukainya melainkan Allah akan menghapus kesalahan-kesalahannya karenanya” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Wallahu a’lam. Abu Mumtazah www.RumahBelanjaMuslim.com
Read More
Tidak Mau Jabat Tangan Dengan Lawan Jenis Kampungan?
Nasehat

Tidak Mau Jabat Tangan Dengan Lawan Jenis Kampungan?

[caption id="attachment_1112" align="aligncenter" width="632"]jabat tangan dengan lawan jenis jabat tangan dengan lawan jenis[/caption]

Tentang Jabat Tangan 

Berjabat tangan merupakan sebuah perkara yang baik. Namun perkara baik ini tentu ada syaratnya. Karena tidak semua jabat tangan itu di bolehkan di dalam islam.

Ketika jabat tangan itu dilakukan dengan sesama jenis seperti laki-laki dengan laki-laki, perempuan dengan perempuan. Atau jabat tangan antara laki-laki dengan perempuan mahromnya. Jabat tangan antara anak laki-laki dengan ibu atau sebaliknya. Maka dapat dikatakan ini adalah perkara yang baik.

Jabat Tangan Dengan Lawan Jenis

Sebuah perkara yang umum dan biasa di amalkan oleh orang-orang disekitar juga jabat tangan ini di lakukan dengan lawan jenis.

Sebut saja seperti jabat tangan seorang staff wanita di kantor dengan atasannya laki-laki. Jabat tangan antara rekan kerja (laki-laki dan perempuan bukan mahrom di instansi-instansi pemerintah / perusahaan.

Jabat tangan antara guru dan murid (dewasa) yang bukan mahrom. Jabat tangan antara sesama pelajar / mahasiswa yang bukan mahrom. Atau jabat tangan antar anggota organisasi Islam yang bukan mahrom.

Atau jabat jabat tangan dengan lawan jenis antara saudara sepupu, saudara ipar, atau istri dari paman.

Hal ini merupakan perbuatan yang umum kita dapati di sekitar kita. Bahkan mungkin bisa di sebuat sudah menjadi budaya yang dianggap baik yang layak diamalkan oleh setiap muslim dan muslimah.

Tidak Jabat Tangan Dengan Lawan Jenis Kampungan

Dikarenakan sudah umumnya perkara-perkara diatas. Tidak heran kita jumpai anggapan-anggapan miring terhadap orang-orang yang tidak mau jabat tangan dengan lawan jenis yang bukan mahrom.

Dari sebutan kuno, kampungan, ketinggalan zaman, hingga dianggap sebagai orang yang ingin memutuskan tali silaturami pun menempel pada seorang yang tidak berjabat tangan dengan lawan jenis.

Ini sungguh perkara yang cukup mengherankan jika dilihat dari sisi agama kita.

Jika kita melihat mayoritas penduduk di negeri kita saat ini adalah penduduk muslim. Dimana di dalam Islam yaitu agama yang dianut kebanyakan masyarakat kita saat ini kita dilarang untuk berjabat tangan dengan lawan jenis yang bukan mahrom. Justru orang yang melaksanakan syariat agama ini dianggap kuno, ketinggalan zaman, bahkan dianggap mau memutus silaturahmi.

Bukankah ini adalah perkara yang cukup aneh.

Ketika kita seorang muslim dilarang jabat tangan dengan lawan jenis yang bukan mahrom dan kita amalkan hal tersebut justru kita dianggap orang aneh. Dan ini keluar dari lisan maupun tulisan orang-orang Islam di sekitar kita.

Bahaya Jabat Tangan Dengan Lawan Jenis  

Tidakkah peringatan dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengenai menyentuh tangan wanita yang tidak halal baginya berikut ini cukup membuatnya takut,

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لأَنْ يُطْعَنَ فِي رَأْسِ رَجُلٍ بِمِخْيَطٍ مِنْ حَدِيدٍ خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَنْ يَمَسَّ امْرَأَةً لا تَحِلُّ لَهُ

Ditusuknya kepala seseorang dengan jarum dari besi, akan lebih baik baginya dibanding dengan menyentuh wanita yang bukan mahramnya.” (HR. Thobroni dalam Shahihul Jami’ 4921).

Bukankah hadits ini sudah merupakan penringatan yang keras tarhadap kita untuk menjauhi menyentuh wanita yang bukan mahrom termasuk berjabat tangan dengan lawan jenis?

Zina Tangan

Bahkan berjabat tangan ini bisa termasuk dalam perbuatan zina, yaitu zina tangan sebagaimana yang juga di sabdakan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, dari Ibnu Mas’ud radhiallahu ‘anhu,

Kedua mata berzina, kedua tangan berzina, kedua kaki berzina, dan farji (kemaluan) juga berzina” (HR. Ahmad)

Padahal oleh Allah ta’ala berfirman,

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا

Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” (QS. Al Isro’: 32)

Setelah kita dilarang untuk mendekati zina, mana mungkin justru kita mau menghalalkan salah satu perbuatan yang merupakan bagian / mengarah kepada zina?

Adakah Yang Lebih Suci Hatinya dari Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam ? 1

Lalu adakah manusia di zaman ini atau setelahnya yang memiliki hati lebih suci dari Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam? Padahal beliau saja tidak menyalami wanita yang bukan mahrom. Beliau tidak menyentuh tangan wanita yang bukan mahrom.

Sesungguhnya saya tidak menyalami wanita” (HR. Ahmad)

Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,

Sesunngguhnya saya juga tidak menyentuh tangan-tangan wanita” (HR. Tabarani)

Dari A’isyah radhiallahu anha beliau berkata,

Demi Allah tangan Rasulullah tidak pernah menyentuh tangan seorang wanitapun, beliau hanya membaiat mereka dengan ucapan” (HR. Muslim).

Setelah melihat bukti-bukti yang jelas ini, hendaknya bagi kita lebih perhatian lagi terhadap agama kita. Jika Allah dan Rasul-Nya telah melarang kita terhadap suatu hal, maka tidak perlu alasan bagi kita untuk meninggalkan hal tersebut.

Dan yang perlu menjadi catatan bagi kita adalah, bahwasannya berjabat tangan dengan lawan jenis ini adalah perkara yang umum terjadi. Bahkan sudah menjadi budaya dan kebiasaan yang dianggap baik. Hendaknya setiap kita mengambil cara-cara yang baik untuk meluruskan kesalahan ini. Jangan sampai kita mengingkari suatu perkara yang salah namun justru menimbulkan mudhorot yang lebih besar. Wallahu a’lam.

Footnote 

(1) Larangan-Larangan Yang Banyak di Remehkan, Muhammad Sholeh al-Munajjid (hal-58-59).
Fanspage RUMAH BELANJA MUSLIM
Akun RUMAH BELANJA WHYLUTH
Admin
www.RumahBelanjaMuslim.Com
Read More