Kewajiban Menutup Aurat Untuk Siapa ??
Sekitar Kita

Kewajiban Menutup Aurat Untuk Siapa ??

Tentang kewajiban menutup aurat, mungkin sebagian kita atau bahkan kebanyakan kita telah mengetahui nya. Bahwasannya setiap kita memiliki kewajiban menutup aurat. Baik laki laki maupun perempuan. Mungkin yang belum banyak di ketahui adalah mana batas - batas kewajiban menutup aurat bagi laki laki dan mana batas menutup aurat bagi perempuan. Dan mungkin ini adalah pembahasan tersendiri yang kiranya cukup panjang. Mungkin juga pembahasan mengenai batas batas aurat bagi laki dan perempuan ini sudah di bahas oleh orang yang berkompeten dibidangnya. Pada kesempatan kali ini, bukan batas batas kawajiban menutup aurat bagi laki atau perempuan yang ingin kami tulis. Namun kami ingin sedikit menyoroti fenomena yang terjadi di masyarakat sekitar kita mengenai kewajiban menutup aurat ini. Fenomena apakah yang kami maksut ?? Mungkin fenomena ini juga sering anda lihat di sekitar kita. Di tempat tempat umum, di pasar ataupun di masjid masjid kaum muslimin. Fenomena yang yang kami maksut yaitu fenomena menutup aurat bagi seorang ibu dan anaknya. Apa maksutnya ?? Mungkin sering kita lihat di sekitar kita, banyak pada ibu yang memakaikan pakaian yang lengkap serba tertutup bagi buah hatinya yang masih kecil. Yang mungkin ia, yaitu anak ini belum terbebani oleh syariat menutup aurat seperti mengenakan hijab lengkap. dalam keadaan si anak yang memakai busana yang baik, bagus lengkap memakai hijab yang menutupu seluruh tubuhnya. Namun ternyata sang ibu nya sendiri dalam berpenampilan, dalam memakai baju kurang lengkap. Terkadang di temui ada seorang ibu yang dalam menutup aurat hanya pakai baju seadanya saja, pakai celana jeans, kaos oblong dan jilbab yang minimalis. Tetapi anaknya pakai jilbabnya cukup panjang, memakai gamis, dan lain sebagainya. Yang jadi pertanyaan adalah, sebenarnya kewajiban menutup aurat ini untuk siapa ? Apakah hanya untuk anak atau untuk semua ?? Mungkin hampir semua kita menjawab tentu kewajiban menutup aurat ini untuk semua, baik laki maupun perempuan. Namun mengapa terjadi hal yang seperti kami sebutkan diatas. Padahal kita tau kewajiban ini berlaku untuk semua, bahkan harusnya yang dewasa ini lebih wajib lagi untuk menutup auratnya lebih sempurna ketimbang anak yang masih kecil.

Diantara Sebab Belum Mau Menutup Aurat

Diantara sebabnya yaitu kurangnya rasa takut dalam diri seorang muslim dan muslimah akan ancama seseorang yang membuka aurat di tempat umum. Sehingga ia masih mendahulukan rasa nayaman berpakaian, mendahulukan tren dan fashion ketimbang batas batas kewajiban menutup aurat. Jika senadainya setiap kita memiliki rasa takut yang besar terhadap ancaman Allah, maka tentu dalam keadaan apapun pasti akan kita tutup aurat itu. Dengan segala macam bahan, baik nyaman atau tidak nyaman. Namun jika rasa takut itu belum di pupuk, belum tumbuh mengusai hati kita. Mungkin inilah yang terjadi, kurangnya penekanan dalam mengamalkan apa yang telah kita ketahui bersama.

Bukti Islam Sesuai Akal Yang Sehat

Dan kejadian / fenomena yang kami sebutkan diatas juga merupakan salah satu bukti, bahwasannya akal yang sehat itu bersesuaian dengan syariat Islam. Setiap kita menyadari menutup aurat itu adalah sebuah kebaikan. Kebaikan untuk diri kita. Sehingga ketika kita belum bisa melaksanakan kebaikan itu maka tentu anak kita lah yang akan kita ajarkan kebaikan itu. Bahkan seorang pemabuk sekalipun, jika ditanyaakan padanya ingin dijadikan seperti apa anak anak mereka. Tentunya mereka tidak ingin anak anak nya menjadi seperti dia. Mereka ingin anak anaknya lebih baik darinya dari sisi agama dan amalannya. Maka agama ini agama yang seuai dengan fitron akal yang sehat. Jika anda mensanksikan akan kelurusan agama ini, bahwasannya agama tidak sesuai dengan akal anda, mungkin akal anda yang bermasalah, atau akal anda yang kurang sehat. Sehingga belum bisa menerima kebaikan agama ini.

Sebuah Masukan

Maka menjadi sebuah masukan dari kami untuk kita semua. Jika senadainya kita mengetahui sesuatu itu adalah kebaikan, hendaknya kita terapkan kebaikan itu pertama kali pada diri kita, kemudian kita ajarkan kepada anak anak dan keluarga kita. Karena diantara metode pengajaran yang paling baik adalah dengan memberikan suri tauladan. Jadikanlah kita seorang suri tauladan yang baik bagi anak anak kita. Sehingga kebaikan itu akan lebih mudah mengena di hati kita dan hati mereka. Karena perlu diketahui, belumlah sebuah kebaikan itu menjadi kebaikan untuk diri kita selama kita belum mengamalkan dan mengaplikasikannya pada keseharian kita. Maka mari menjadi suri tauladan yang baik. karena manusia itu cenderung lebih mudah untuk meniru apa yang mereka ia lihat daripada apa aturan / perintah lisan. Wallahu a'lam. Admin www.RumahBelanjaMuslim.Com
Read More