Hati-Hati Share Berita
Nasehat

Hati-Hati Share Berita

Posted On Juni 3, 2016 at 6:49 am by / No Comments

Hati-Hati Share Berita
Hati-Hati Share Berita

Dengan berbagai macam kemudahan yang ada di hari ini, betapa banyak kita saksikan berita-berita beredar khususnya di media social seperti Facebook, IG, WA atau selainnya. Ketika da satu berita dengan judul heboh, deskripsi yang mencengangkan, atau selainnya, maka dengan serta merta para pengguna media social yang melihat langsung menshare / membagikan berita tersebut. Apalagi kalau pada deskripsi berita tersebuat ada tambahan kalimat “Silahkan Like & Share Jika Anda Peduli …”.

Ada juga berita-berita caper yang menyajikan tindakan keji, sadis, dan sejenisnya yang jika di telusur ulang tujuan akun yang membagikan berita tersebut adalah dunia. Entah tujuannya untuk memperbanyak penge LIKE fanspage facebook, atau tujuan dagang, popularitas, dan sejnisnya. Biasanya akun akun yang menyebarkan berita atau video-video sadis ini pada deskripsi statusnya ada juga embel-embel “Silahkan Like fanspage” / “Silahkan Like dan Share” / sejenisnya.

Ada juga akun yang senangnya menshare berita-berita kontroversial yang jika ia mensheare berita tersebut pada statusnya di media social maka akan menarik komentar yang banyak, baik pro maupun kontra. Dan dengan cara seperti ini ia merasa diuntungkan karena ia akan mendadak terkenal di medsos.

Dan berbagai macam berita-berita lainnya baik tulisan, video atau salainnya yang banyak di share di medos.

Setelah melihat banyaknya berita heboh, berita sadis, berita kontorversial itu, ketika akan mensharenya tidak serta merta sang empunya akun tabayun terlebuh dahulu, croscek terlebih dahulu untuk memastikan apakah yang ia sebarkan itu benar atau hanya dusta belaka. Akhirnya setelah beberapa waktu banyak yang share berita kontroversial, heboh, pada waktu berikutnya beramai-ramai orang menyebar berita lagi baik berupa tulisan, gambar atau video yang isinya ralat, konfirmasi, atau meluruskan berita sebelumnya bahwasannya berita sebelumnya itu tidak benar adanya.

Dan ternyata ini banyak dan berulang terjadi. Sering kami melihat berita-berta heboh, kontroversial bahkan berita konyol beredar di beranda medsos rame-rame di share kemudian di hari berikutnya mereka menshre berita pelurusan, berita ralat dan lain sebagainya.

Tidakkah terbersit dalam hati dan pikiran kita ketika menshare berita-berita itu kita timbang dahulu apakah berita itu akan bermanfaat bagi orang banyak atau hanya menimbulkan kegaduhan dan menjadi hal yang sia-sia belaka? Padahal tidaklah setiap apa saja yang kita kerjakan, kita lakukan, kita bagikan itu kecuali kelak akan dimintai pertanggung jawabannya di akhirat?

Atau tidakkah kita sedikit berfikir lebih dalam lagi, apakah yang kita sebarkan itu benar adanya, fakta ataukah hanya berita dusta? Padahal bagi seorang muslim, disyariatkan baginya sebelum neyebar berita bertabayun terlebih dahulu, croscek terlebih dahulu, diteliti dan dicari info sebanyak-banyaknya yang mendukung apakah berita yang kita sebarkan itu benar. Lebih-lebih lagi kalau berita itu menyangkut kehormatan seseorang, kehiormatan seorang muslim. Tidakkah kita takut ketika kelak menghadap kepada Allah untuk mepertanggung jawabkan perbuatan kita? Apalagi kalau perbuatan ini merupakan bagian dari dusta dan menyangkut kehirmatan orang muslim?

Tidakkah kita mengingat hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang menyatakan bahwasannya cukup seseorang dikatkan pendusta itu ketika ia menyebarkan semua berita yang ia dengar? Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

كَفَى بِالْمَرْء كَذِبًا أَنْ يُحَدِّثَ بِكُلِّ مَا سَمِعَ

Cukuplah seseorang dikatakan berdusta bila menceritakan segala hal yang ia dengar.” (HR. Muslim)

Al-Imam Al-Munawi rahimahullah berkata,

أي إذا لم يتثبت لأنه يسمع عادة الصدق والكذب ، فإذا حدث بكل ما سمع لا محالة يكذب

“Maksudnya adalah, jika ia tidak memastikan kebenaran suatu berita yang ia dengar (maka ia dianggap pendusta), sebab biasanya berita yang ia dengar terkadang benar dan terkadang dusta, maka jika ia menyampaikan semua yang ia dengar, ia tidak akan lolos dari kedustaan.” (Faidhul Qodir, 5/3., cit Nasihatonline)

Maka hendaknya setiap muslim lebih berhati-hati lagi dalam menanggapi sebuah berita yang datang padanya. Jangan sampai ia menjadi pendusta karena hanya senang menyebar semua berita yang sampai padanya tanpa ada tahap tabayyun, cek dan ricek kebenaran berita tersebut. Wallahu a’lam.

Fanspage RUMAH BELANJA MUSLIM
Akun FB RUMAH BELANJA WHYLUTH
www.RumahBelanjaMuslim.Com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *