Kebiasaan Baik dan Kebiasaan Buruk
Renungan

Kebiasaan Baik dan Kebiasaan Buruk

Posted On Agustus 26, 2016 at 2:30 am by / No Comments

Kebiasaan Baik dan Kebiasaan Buruk
Kebiasaan Baik dan Kebiasaan Buruk

Kebiasaan merupakan hal yang terkadang di sadari atau tidak di sadari merupakan sebuah standar bagi seseorang dalam menilai. Terkadang sebelum menilai sebuah hal, sebuah perkara, sebuah kejadian itu baik atau buruk berdasarkan timbangan yang benar maka kebanyakan di kita menimbangnya dengan standar kebiasaan, apakah hal tersebut sesuai dengan kebiasaan setempat ataukah tidak sesuai. Ketika suatau hal, perkara, kejadian, itu sesuai dengan kebiasaan yang biasa terjadi dan dilihat oleh seseorang maka tentu hal pertama yang muncul dalam timbangan adalah itu adalah hal yang baik, biasa, tidak aneh, tetapi jika hal tersebut tidak lazim di pandangan seseorang maka serta merta dalam hati akan memprotes, menilai dengan pandangan negatif.

Mengenai hal ini, kami memiliki sedikit pengalaman. Ketika suatu waktu kami pergi sebuah pusat perbelanjaan bersama dengan anak kami yang masih kecil berusia empat tahunan, waktu itu kami sedang berdiri di depan sebuah toko yang di depannya di tarus sebuah patung perempuan dengan dipakaikan kain (seperti kemben) yang hanya di tutupkan diatas dada kebawah, sementara bagian pundak dan leher patung perempuan itu terlihat. Sementara itu, dibagian kepada patung tersebut dipakaikan jilbab / kerudung.

Ketika berada di depan patung ini, serta merta anak kami yang berusia empat tahun ini berucap, “bi (panggilan abi), mi (ummi) itu patungnya icin gak pake baju”. Kurang lebih seperti itu ucapan anak usia  empat tahun ketika melihat pakaian yang dikenakan di patung tersebut.

Mungkin dari sepenggal pengalaman ini bisa kita lihat, anak kecil yang biasanya ia melihat seorang perempuan muslimah, wanita muslimah itu biasanya memakai busana tertutup, ketika melihat sesuatu yang berbeda dari yang ia pikirkan, berbeda dengan apa yang ia anggap sebuah kelaziman maka serta merta koementar seperti diatas keluar.

Hal tersebut dimungkinkan karena memang anak kecil itu masih suci, pikirannya dan hatinya belum terkotori oleh syahwat dan syubhat. Namun akan berbeda ketika seseorang itu sedari kecil sudah dibiasakan dengan kebiasaan yang kurang baik, di sodorkan / diperlihatkan berbagai macam tontonan syahwat / hawa buruk orang-orang di sekitarnya, tontonan buka-bukaan baik asli maupun karikatur, dan dijaukan dari perkara yang sifatnya kebaikan, sesuai dengan naluri, sesuai dengan fitroh, maka mungkin jangankan melihat patung yang berbusana aneh seperti tadi, mungkin ketika ia melihat wanita secara asli setengah telanjang saja ia akan baik-baik saja dan tidak merasa aneh. Dan ketika kebiasaan dan pembiasaan buruk itu terus menerus ia konsumsi hingga dewasa sangat besar kemungkinan ketika dewasa justru mungkin ia jadi pelaku hal yang ia anggap biasa tersebut.

Maka bagi kita setiap orang tua muslim dan muslimah, wajib bagi kita untuk mendidik anak-anak kita dengan pembiasaan yang baik padanya, pengarahan yang baik, dan penjelasan mengenai perkara-perkara yang buruk dan dilarang. Hal ini sebagai bentuk implementasi perintah Allah ta’ala untuk menjaga diri kita dan keluarga kita dari api Neraka, sebagaimana firman Allah,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا

Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka

Mudah-mudahan Allah selalu memudahkan kita untuk memperbaiki diri dan keluarga, dan mudah-mudahan Allah selalu bimbing kita di dalam jalan hidayah-Nya dan mudah-mudahan kita dijauhakan dan di sekmatkan dari berbagai macam syubhat dan syahwat. Amiin.

Mari Like Fanspage RUMAH BELANJA MUSLIM
Toko FB RUMAH BELANJA MUSLIM
Akun FB RUMAH BELANJA MUSLIM
Twiter Rumah Belanja Muslim
Channel Telegram RUMAH BELANJA MUSLIM 
www.RumahBelanjaMuslim.Com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *