Keutamaan Memakai Celana Cingkrang
Celana Cingkrang

Keutamaan Memakai Celana Cingkrang

Posted On September 29, 2016 at 12:53 pm by / No Comments

Keutamaan Memakai Celana Cingkrang
Keutamaan Memakai Celana Cingkrang

Memakai Celana Cingkrang

Memakai celana cingkrang bagi pria muslim saat ini memang masih menjadi hal yang asing. Diantara kaum muslim sendiri masih banyak perdebatan menganai hukum memakai celana cingkrang / kain diatas mata kaki.

Telepas apakah hukum memakainya sunnah atau wajib, boleh atau makruh, sombong atau tidak sombong. Ternyata ketika kita memakai celana cingkrang ini ada keutamaan sendiri. Ada berbagai macam keutamaan / keuntungan yang bisa didapat dengan kita memakai celana cingkrang. Apa itu?

Berikut dibawah ini kami sebutkan beberapa macam keutamaan / kelebihan / keuntungan bagi seorang pria memakai celana cingkrang / tidak isbal.

Lebih Mendekati Sunnah

Untuk point ini mungkin ada yang setuju, dan mungkin banyak juga yang tidak setuju. Karena ada sebagian saudara kita yang membolehkan menjulurkan kai / celana / selain dibawah mata kaki (isbal) asal tidak sombong. Maka mungkin menerut mereka karena boleh isbal maka memakai celana cingkrang tidak lebih nyunnah.

Tapi benarkan anggapan ini? Jawabnya kembali kepada diri masing-masing.

Kembali ke point memakai celana cingkrang itu lebih mendekati sunnah. Benarkah? Lalu apa alasannya?

Jawabnya insyaa Allah benar. Alasannya karena banyak hadits yang bersifat umum yang melarang kita untuk isbal / menjulurkan kain termasuk celana dibawah mata kaki.

Larangan Isbal Bersifat Umum

Diantara contoh hadits pelarangan isbal secara umum tidak disertai alasan sombong yaitu,

Sabda Nabi shallallahu‘alaihi wa sallam,

ما أسفل من الكعبين من الإزار ففي النار

Kain yang panjangnya di bawah mata kaki tempatnya adalah neraka” (HR. Bukhari 5787)

Dan beberapa hadits lain yang sifatnya umum melarang perbuatan isbal yang dapat di simak di artikel Muslim.Or.Id ini.

Dari larangan yang bersifat umum ini bisa kita maknai bahwasannya pelarangan isbal itu sifatnya juga umum. Tidak terkait dengan sebab atau akibat. Jadi bisa jadi isbal itu dilarang secara mutlak menurut sebagian pendapat ulama.

Larangan Isbal Karena Sombong

Dan ada juga beberapa hadits mengenai pelarangan isbal di sertai sombong. Diantaranya sebagai berikut,

Nabi shallallahu‘alaihi wa sallam bersabda:

من جر ثوبه خيلاء ، لم ينظر الله إليه يوم القيامة . فقال أبو بكر : إن أحد شقي ثوبي يسترخي ، إلا أن أتعاهد ذلك منه ؟ فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم : إنك لن تصنع ذلك خيلاء . قال موسى : فقلت لسالم : أذكر عبد الله : من جر إزاره ؟ قال : لم أسمعه ذكر إلا ثوبه

Barangsiapa menjulurkan pakaiannya karena sombong, tidak akan dilihat oleh Allah pada hari kiamat. Abu Bakar lalu berkata: ‘Salah satu sisi pakaianku akan melorot kecuali aku ikat dengan benar’. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: ‘Engkau tidak melakukan itu karena sombong’.Musa bertanya kepada Salim, apakah Abdullah bin Umar menyebutkan lafadz ‘barangsiapa menjulurkan kainnya’? Salim menjawab, yang saya dengan hanya ‘barangsiapa menjulurkan pakaiannya’. ”. (HR. Bukhari 3665, Muslim 2085)

Seolah – olah dalam hadits ini ada pembolehan menjulurkan kain termasuk celana dibawah mata kaki dengan syarat tidak sombong. Hal ini terlihat dari rekomendasi Rasulullah kepada Abu Bakr.

Maka dari sini kita dapati menjulurkan kain termasuk celana hingga dibawah mata kaki dilarang jika disertai sombong. Namun jika tidak disertai sombong maka tidak mengapa.

Jika kita melihat dua konteks keterangan ini maka bisa di katakan menjulurkan kain termasuk celana di bawah mata kaki dengan sombong itu hukumnya dilarang. Jika tidak disertai sombong maka ada perbedaan pendapat di kalangan ulama.

Mengapa Memakai Celana Cingkrang Lebih Mendekati Sunnah?

Lalu mengapa disebutkan memakai celana cingkrang ini lebih nyunnah? Sementara ternyata masih ada perbedaan pendapat dikalangan ulama tentang hukum isbal?

Jawabnya adalah karena memakai celana cingkrang ini merupakan salah satu jalan keluar dari perselisihan ulama.

Kenapa? Karena tidak ada yang melarang memanjangkan kain sampai hanya sebatas mata kaki. Sementara jika menjulurkan kain / celananya di bawah mata kaki sudah jelas ada kemungkinan pelarangannya, seperti yang disebutkan diatas.

Maka memakai celana cingkrang lebih mendekati sunnah dan lebih aman dari perbuatan yang dilarang yaitu Isbal.

Lalu jika pakai celana cingkrang namun sombong? Jawabnya tidak boleh. Pada perkara ini pelaku terancam dengan dosa sombong dalam memakai celana cingkrang.

Tapi lihat, jika seseorang memakai celana hingga menutupi mata kaki (isbal) dan sombong. Maka disini pelakunya memiliki dua kemungkinan ancaman. Pertama ancaman dosa mengenai larangan Isbal, kedua ancaman larangan sombong. Kenapa bisa memiliki dua kemungkinan? Karena hadits pada masing-masing perkara diatas ada.

Kemudian alasan mengapa memakai celana cingkrang itu lebih mendekati sunnah lainnya yaitu, siapa yang bisa memastikan bahwasannya kita sombong atau tidak?

Apakah kita bisa pastikan di hati tidak ada rasa sombong ketika memakai celana isbal?

Maka jalan amannya adalah dengan mamakai celana cingkrang dengan meniatkan memakainya bukan untuk gaya, bukan untuk ajang merasa paling benar, namun karena murni ingin menjalankan apa yang di syariatkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam baik perintah maupun larangan.

Lebih Terjaga Dari Najis

Dengan memakai celana cingkrang, ketika beraktifitas di luar akan lebih aman dan lebih terjaga dari najis yang mungkin menempel di celana.

Ketika melewati tempat kotor, yang mungkin ada najis disana, dikarenakan celana kita cingkrang diatas mata kaki, maka peluang terciprat / terkena najis dan kotorannya lebih kecil.

Berbeda jika kita memakai celana yang isbal bahkan sampai menyapu jalan / terinjak-injak. Hampir di setiap tempat di luar rumah celana yang kita pakai akan berpeluang besar terkena tempelan kotoran bahkan najis di jalanan.

Begitu juga ketika kita buang air. Dengan memakai celana cingkrang akan lebih memudahkan kita menaikkan celana sehingg lebih terjaga dari cipratan najis. Namun jika celana kita terlalu panjang dan hingga terinjak, maka dari waktu masuk ke toiletnya saja mungkin celana yang kita pakai sudah tertempeli najis.

Terlihat Rapi

Mungkin di point ini tidak semua pembaca sepakat. Namun yang kami lihat seorang pria muslim yang mengenakan celana formal diatas mata kaki / pas di mata kaki itu terlihat lebih rapi dibanding pria yang memakai celana sampai terinjak.

Dari segi estetika juga seorang pria yang memakai celana pas di mata kaki atau diatasnya itu terlihat lebih bagus dipandang. Ketimbang seorang pria yang memakai celana melambai ketanah dan sampai terinjak.

Tidak Berlebihan

Diantara keutamaan memakai celana cingkrang bagi kaum pria muslim yaitu tidak berlebihan dalam hal kain.

Artinya, kain yang kita pakai untuk celana yang dipakai itu pas efektif dan efisien dengan kebutuhan kita terhadap celana sebagai penutup aurat.

Ketika kita memakai celanya isbal / panjang sampai bawah mata kaki bahkan terinjak. Maka tentu kita dapati pada celana kita ada bagian yang tidak efektif dan tidak bermanfaat. Sehingga ketika dipakaipun hanya terinjak-injak kotor saja dan tidak ada faidah lainnya.

Maka memakai celana cingkrang / pas di mata kaki ini adalah perbuatan yang pas, efektif dan efisien. Tidak ada bagian dari celana / kain kita yang sia-sia dan hanya terinjak saja. Semua terlihat pas dan tidak berlebihan.

Lebih Bersih

Dikarenakan lebih aman dari terkena najis, maka dengan memakai celana cingkrang diatas mata kaki ini akan lebih bersih bagi kita. Kotoran tidak mudah hinggap di celana yang kita pakai. Sehingga kebersihanpun lebih terjaga.

Dll

Fanspage RUMAH BELANJA MUSLIM
Toko FB RUMAH BELANJA MUSLIM SHOP

Admin
www.RumahBelanjaMuslim.Com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *