celana cingkrang
Opini

Mengapa Melarang Celana Cingkrang?

Posted On Desember 6, 2016 at 1:38 pm by / No Comments

Celana cingkrang merupakan salah satu ciri khas dari penampilan seorang muslim. Walaupun dalam penerapannya masih ada silang pendapat, namun pada dasarnya celana cingkrang ini ada tuntunannya dari agama Islam.

Kita juga mengenal mayoritas penduduk negeri ini adalah muslim. Tentu seorang muslim hendaknya mencitai semua ajaran Islam. Entah ia mengamalkan atau tidak, hendaknya setiap muslim tidak mencela atau melarang orang lain mengamalkan ajaran Islam.

Faktanya

Namun ternyata dalam penerapannya tidak demikian adanya. Ternyata dalam menjalankan ajaran Islam, khususnya memakai celana cingkrang bagi pria muslim masih relatif susah.

Hal ini terjadi pada beberapa saudara kita yang berprofesi sebagai karyawan / PNS. Walaupun ia bekerja di sebuah perusahaan milik orang Islam, bekerja di negeri Islam, namun ternyata ketika akan mengamalkan ajaran memakai celana cingkrang ini masih terbentur dengan aturan.

Tidak heran di beberapa instansi pemerintah, kita dapati pelarangan memakai celana cingkrang bagi pegawai muslim. Begitu juga di beberapa atau mungkin banyak perusahaan swasta yang memberlakukan juga memberlakukan aturan ini.

Alasan Pelarangan

Jika kita lihat alasan pelarangan ini sebenarnya kurang jelas. Biasanya diantara alasan yang dilontarkan bahwasannya penampilan celana cingkrang ini kurang rapi. Sebagaimana hal ini juga menjadi pelarangan seorang karyawan memelihara jenggot.

Padahal jika kita lihat dari tengah lagi, dan terlepas dari pandangan buruk terhadap pria yang memakai celana cingkrang. Maka model celana yang cingkrang ini tidak mempengaruhi terhadap penurunan kinerja.

Ketika seorang pria memakai celana cingkrang yang bermodel formal pada umumnya dan memakai baju dengan standar model baju formal maka tentu ini tidak mengurangi rapinya penampilan.

Bahkan menurut pribadi penulis sendiri, seorang pria justru akan lebih rapi ketika celana yang ia kenakan pas diatas mata kaki / pas di mata kaki ketimbang kepanjangan yang sampai menyapu tanah.

Dalam Hal Kinerja 

Begitu pula dalam hal kinerja karyawan. Ketika seorang karyawan muslim memakai celana cingkrang tidak akan berpengaruh terhadap penurunan kinerjanya. Karena memakai celana model ini tidak membuthkan upaya khusus yang dapat menyita waktunya dalam bekerja.

Justru jika seorang karyawan lebih nyaman memakai celana cingkrang dalam bekerja dan ia di larang kemudian di paksa memakai celana isbal maka tentu justru ini dapat berimbas pada penurunan kinerja.

Kenapa?

Karena dalam bekerja ia merasa di paksa khususnya dalam penampian. Sehingga iapun tidak nyaman ketika melaksanakan tugasnya tentu dapat berimbas pada penurunan produktifitas.

Berbeda ketika sebuah instansi / perusahaan itu memberikan kebebasan dalam penampilan. Tentus kebebasan disini masih dalam batas kewajaran seseuai norma setempat.

Ia tidak di larang memakai celana cingkrang atau pelihara jenggot. Tentu dalam bekerja akan lebih nyaman hatinya. Ketika seseorang bekerja dengan hati yang senang, penuh keikhlasan maka ini dapat berbuah pada peningkatan kinerja dan meningkatnya produktifitas karyawan. Dan tentu ini adalah hal yang posistif yang selalu di upayakan oleh setiap instansi / perusahaan.

Maka …

Maka ada baiknya, bagi kita pengampu kebijakan, pemilik perusahaan, sebagai sesama muslim hendaknya membrikan kelonggaran pada muslim lainnya untuk mengamalkan ajaran Islam.

Kalaupun kita belum mampu dan belum bisa mengamalkan ajaran Islam khususnya memakai celana cingkrang atau berjenggot, maka jangan larang karyawan / orang di bawah kita untuk mengamalkannya.

Mudah-mudahan dengan toleransi dalam kebaikan ini dapat menjadi sebab hidayah bagi kita semua. Amiin.

Admin
www.RumahBelanjaMuslim.Com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *