Menikah Tanpa Pacaran = Beli Kucing Dalam Karung ?

Menikah Tanpa Pacaran=Beli Kucing Dalam Karung
Menikah Tanpa Pacaran = Beli Kucing Dalam Karung

Ada yang bilang ketika di larang pacaran, di sebutkan tentang haramnya pacaran, berkomentar yang intinya, katanya menikah tanpa pacaran seperti beli kucing dalam karung, apakah anda mau tanggung konsekwensinya ?

Nikah Gak Pacaran = Beli Kucing Dalam Karung

Screen Shot diatas adalah salah satu komentar yang masuk berkaitan dengan tulisan yang kami sampaikan tentang larangan pacaran.

Bagaimana menurut anda ? Logiskah komentar – komentar seperti ini di sampaikan untuk membantah hukum yang sudah jelas haramnya di dalam Islam tentang pacaran ?

Pertanyaannya sebenarnya yang ingi kami sampaikan orang yang bersangkutan adalah, situ mau nikah atau mau beli kucing ? 

Ibadah kok di samain kayak beli kucing. #Senyum.

Jika kita melihat dari tulisannya, maka kita dapat simpulkan tulisan ini keluar dari seseorang yang tidak terlalu mengenal agama ISlam yang mungkin ini juga Agama nya.

Karena jika ia paham tentang agama Islam, paham tentang agamanya, maka tidak akan terlontar kalimat – kalimat seperti ini.

Mungkin dia terlalu banyak mempelari ilmu – ilmu susupan liberal, atau terkalahkan dengan nafsu syahwatnya. Yang mengalahkan pengetahuan agamanya. Sehingga keluarlah komentar seperti ini.

Padahal jika ia memahami dalam proses pra nikah di dalam Islam ini ada yang namanya nadzor. Setelah cocok dengan fisik calon pasangannya, maka hendaknya seorang ikhwan / laki – laki juga memeriksa bagaimana agama calon istrinya, bagaimana akhlaknya, bagaimana perangainya melalui orang – orang terdekatnya.

Oleh karenyalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan tips bagi kita semua dalam memilih pasangan dengan empat kriteria.

تنكح المرأة لأربع: لمالها ولحسبها وجمالها ولدينها، فاظفر بذات الدين تربت يداك

“Wanita biasanya dinikahi karena empat hal: karena hartanya, karena kedudukannya, karena parasnya dan karena agamanya. Maka hendaklah kamu pilih wanita yang bagus agamanya (keislamannya). Kalau tidak demikian, niscaya kamu akan merugi.” (HR. Bukhari-Muslim)

Ini adalah bagian dari salah satu bagian proses pernikahan yang Islami tanpa pacaran.

Islam mementingkan bagaimana seorang memilih calon pasangan hidupnya.

Jangan pernah berfikir seorang yang tidak pacaran, lalu dalam pernikahannya ketika ia di jodohkan, langsung serta merta ia menikah dengan orang yang sama sekali tidak ia kenali. Tanpa meneliti dan memperhatikan fisik, agama, akhlak, keturunan dan selainnya.

Maka jangan bayangkan Islam dengan bayangan yang anda di benak anda yang mungkin belum memahami tentang Islam. Kesimpulan tentang Islam begini dan begitu hanya bisa tepat sesuai jika anda belajar Islam dan bukan hanya menyangka – nyangka. Apalagi jika prasangkan anda kental dengan bumbu syahwat.

Pacaran Sebelum Menikah

Dengan pacaran sebelum menikah apakah lantas anda bisa lebih mengenak calon pasangan anda ? Lantas anda bisa memilih dan mendapatkan pasangan hidup yang sesuai, bagus agamanya, tidak akan selingkuh, tidak akan berbuat buruk ?

Jawabnya tentu T I D A K !

Bagaimana mungkin anda bisa mendapatkan pasangan hidup yang baik agamanya jika ia mau diajak melakukan hal yang di haramkan dalam ISLAM ?

Bagaimana mungkin anda bisa menjamin diri anda mendapatkan jodoh pasangan hidup yang tidak akan pernah selingkuh, jika di awal kali anda ajak berbuah hal yang haram, mendekati zina, atau mungkin bahkan wal iyyadzubillah berzina saja mau ?

Tentu seperti orang yang mimpi di siang bolong ? Kecuali memang jika Allah berkehendak yang lain, memberikan hidayah untuk bertaubat kepada anda dan istri anda. Maka itu adalah cerita yang lain lagi.

Jika anda mencari istri dengan cara di pacari dahulu, dai dia mau. Dan mungkin saja ternyata dia juga pernah pacaran dengan orang lain. lantas anda mau mengatakan hal seperti ini lebih baik dari pada mencari pasangan secara Islami ? Tentu ini adalah hal yang L U C U sekali.

Kembali Kepada Allah

Jika anda yang menulis komentar membaca tulisan ini. Kami ajak, mari kita bertaubat kembali kepada Allah.

Mari kita tinggalkan hal – hal yang di haramkan Allah dalam jalan – jalan mencari jodoh.

Yakinilah apa yang di syariatkan oleh pencipta Manusia adalah yang terbaik. Karena Allah lebih tau kemaslahan ciptaannya ketimbang ciptaannya sendiri.

Untuk mengejar ketinggalan kita, maka kita berlombo – lomba berlari menuju Allah.

Berlari dari Allah menuju Allah. Berlari dari kemurkaan Allah menuju Rahmat dan Kasih Sayang Allah ta’ala.

Semoga Allah memberikan hidayah dan taufiq – Nya kepada kita semua. Amiin

Tinggalkan Balasan