Busana Syari
Busana Syari

Nasehat Berbusana Syari

Posted On September 23, 2016 at 2:56 pm by / No Comments

Busana Syari
Busana Syari

Fakta Busana Saat Ini 

Kita ketahui bersama, bahwasannya memakai busana syari adalah sebuah kewajiban bagi seorang muslimah untuk menutupi auratnya. Namun dengan adanya kewajiban ini ternyata tidak serta merta semua muslimah bisa dan mau melaksanakannya. Masih banyak diantara saudari kita yang ternyata masih belum berbusana syari.

Betapa banyak di negeri dengan mayoritas umat islam ini yang kaum wanitanya tidak mengenakan busana syari. Bahkan tidak jarang kita lihat para wanita yang berseliweran di tempat-tempat umum tidak menutup tubuhnya dengan baik. Pakaian mini, bahkan bikini pun pernah kita lihat di negeri ini. Apalagi yang sekedar tidak memakai jilbab.

Dengan keadaan seperti ini maka tentu sebuah kewajiban bagi kita untuk saling mengingatkan dan saling menasehatkan ketaqwaan kepada orang di sekitar kita.

Nasehat Berbusana Syari

Banyak cara yang dapat dilakukan oleh seorang muslimah untuk menasehati orang-orang disekitarnya. Bisa melalui nasehat langsung bertatap muka, melalui media perantara, bahkan saat ini juga bisa dimanfaatkan melalui media sosial.

Nasehat ini bisa dilakukan dengan ucapan / tulisan secara langsung mengenai pokok perkara yang bersangkutan. Dan bisa juga melalui perumpamaan atau selainnya.

Perhatikan Nasehatmu

Yang ingin menjadi sorotan kami pada kesempatan kali ini adalah nasehat seorang muslimah kepada muslimah lainnya melalui medsos.

Medsos ini khususnya facebook, twitter dan selainnya merupakan salah satu media dengan perngguna terbanyak di negeri kita. Maka tak heran banyak yang mengambil manfaat darinya.

Salah satu manfaat yang dapat di ambil dari medsos ini yaitu dapat menjadi media untuk saling menaasehati antara kaum muslimin.

Namun dalam memberi nasehat ini hendaknya kita perhatikan konten nasehat kita. Tidak jarang kita dapati seseorang yang justru lari dari nasehat karena konten yang terlalu memojokkan, konten yang menyalahkan, atau bahkan konten yang langsung memvonis.

Perlu kita pehatikan, bahwasannya orang yang melakukan kesalahan itu tidak membutuhkan vonis. Karena terkadang orang melakukan kesalahan itu ia sengaja dan menyadari ia salah dan terkadang juga ia tidak tahu sehingga ia tidak merasa salah.

Begitu juga nasehat berbusana syari. Hendaknya setiap kita bisa lebih menjaga konten nasehat itu. Jangan sampai yang tujuan awal kita ingin menasehati, karena mungkin bahasa kita yang kasar, main vonis, akhirnya orang justru lari dari kita.

Main vonis, nasehat dengan kata kasar, memojokkan mungkin saja difahami bukan sebagai nasehat. Bahkan ini dapat memunculkan kesan merasa paling benar dan paling bau surga sendiri. Hingga akhirnya kita dapati julukan ini menempel kapapa para akhowat dan umahat yang berbusana syari.

Nasehat itu tidak berarti semata-mata hanya penjelasan tentang sebuah perkara itu salah. Nasehat itu tidak hanya semata-mata kita sampaikan dalil sementara orang yang dituju sudah tidak enak hati dengan kita.

Terkadang cukup dengan sedikit senyuman, kata yang santun dan ramah, dapat membawa seseorang kepada hidayah. Terkadang menampakkan akhlak yang baik, ramah dengan sesama muslim, saling sapa dan tidak terkesan eksklusif itu lebih bisa menarik simpati saudara kita.

Maka mari kita manfaatkan hal yang sebenarnya ringan ini. Jika kita ingin menasehati, maka nasehatilah dengan cara yang baik. Tunjukkanlah akhlak yang baik kepada saudara kita. Mudah-mudahan ini dapat menjadi sarana hidayah baginya dan bagi kita. Wallahu a’lam.

Fanspage RUMAH BELANJA MUSLIM
Akun FB RUMAH BELANJA WHYLUTH

Admin
www.RumahBelanjaMuslim.Com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *