Nasihat Untuk Muslimah
Nasehat

Nasihat Untuk Muslimah

Posted On Mei 4, 2016 at 4:32 am by / No Comments

Nasihat Untuk Muslimah
Nasihat Untuk Muslimah

Telah kita ketahui bersama, bahwasannya hukum asal seorang wanita adalah berada di dalam rumahnya. Mereka dilarang keluar kecuali ketika ada keperluan yang dibenarkan oleh syariat. Dan kita juga telah mengetahui hijab teraman dan hijab paling tebal bagi seorang wanita adalah berada di dalam rumahnya. Allah ta’ala berfirman,

وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الأولَى وَأَقِمْنَ الصَّلاةَ وآتِينَ الزَّكَاةَ وَأَطِعْنَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ إِنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيُذْهِبَ عَنْكُمُ الرِّجْسَ أَهْلَ الْبَيْتِ وَيُطَهِّرَكُمْ تَطْهِيرًا

Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan (bertingkah laku) seperti orang-orang Jahiliyah dahulu, dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, wahai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya.” (QS. Al Ahzab : 33)

Mengapa wanita muslimah lebih aman ketika di dalam rumahnya? Dan mengapa mereka di larang untuk bertabarruj ketika keluar rumah? Jawabnya adalah Sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berikut,

اَلْمَرْأَةُ عَوْرَةٌ ، وَإِنَّهَا إِذَا خَرَجَتْ مِنْ بَيْتِهَا اِسْتَشْرَفَهَا الشَّيْطَانُ، وَإِنَّهَا لاَتَكُوْنُ أَقْرَبَ إِلَى اللهِ مِنْهَا فِيْ قَعْرِ بَيْتِهَا

Wanita itu aurat, jika ia keluar dari rumahnya maka setan mengikutinya. Dan tidaklah ia lebih dekat kepada Allâh (ketika shalat) melainkan di dalam rumahnya” (HR. Thabrani, Tirmidzi, dan lainnya)

Wanita itu aurat (اَلْمَرْأَةُ عَوْرَةٌ) maksudnya ialah aurat manusia. Setiap ia merasa malu darinya (jika terlihat-pent) maka disandarkan padanya wajib menutupinya.

إِذَا خَرَجَتْ مِنْ بَيْتِهَا اِسْتَشْرَفَهَا الشَّيْطَانُ

Yakni asal dari al-isyrâf adalah meletakkan telapak tangan di atas alis saat mengangkat kepala agar bisa melihat. Maksudnya yaitu setan mengangkat pandangannya kearah wanita untuk menyesatkannya dan menyesatkan orang lain dengannya, sehingga salah satunya atau kedua-keduanya terjatuh dalam fitnah. Bisa jadi yang dimaksud dengan kata setan di atas adalah setan dari jenis manusia, yaitu orang fasik. Karena jika orang fasik tersebut melihat wanita keluar dan menampakkan diri, maka ia langsung memandangnya lekat-lekat. Jadilah setan menyesatkan keduanya. Apabila wanita tetap berada di dalam rumahnya, maka setan tidak akan mampu untuk menyesatkannya dan menyesatkan manusia dengan (perantara)nya. Tetapi apabila wanita keluar dari rumahnya, maka setan akan sangat berambisi (untuk menyesatkannya dan menyesatkan orang lain dengannya), karena ia termasuk dari buhul-buhul (jerat-jerat dan perangkap) setan. Dan ini adalah anjuran kepada wanita agar ia tetap berada dalam rumahnya. (almanhaj)

Dan juga telah kita ketahui bahwasannya wanita itu merupakan fitnah tebesar bagi kaum laki-laki. Hal ini sebagaimana telah di sabdakan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,

مَا تَرَكْتُ بَعْدِي فِتْنَةً أَضَرَّ عَلَى الرِّجَالِ مِنَ النِّسَاءِ

Aku tidak meninggalkan satu fitnah pun yang lebih membahayakan para lelaki selain fitnah wanita.” (HR. Bukhari dan  Muslim)

Oleh karena kita mengetahui perkara – perkara diatas, hendaknya bagi setiap muslimah lebih menjaga dirinya dari berbagai macam fitnah dan bencana yang mungkin bisa melandanya atau melanda orang lain dikarekannya.

Betapa banyak kita lihat di hari ini, mungkin memang benar diantaranya banyak yang mereka tetap berada di dalam rumahnya dan tidak keluar rumah kecuali dalam kondisi yang diperbolehkan syariat, namun ternyata ketika di dalam rumah, di sekitar rumah pun dengan tanpa sungkannya ia berofoto ria, ia berselfie ria, lalu hasil foto dan selfienya itu ia upload di internet, ia upload di berbagai media sosial baik dengan atau tanpa tujuan.

Padahal kita ketahui wanita itu adalah ujian terbesar bagi para pria. Dimana para laki-laki disyariatkan untuk menundukkan pandangan terhadapnya dan begitu juga sebaliknya. Namun ketika seorang wanita dengan hibinya berfoto ria, berselfi ria lalu di share di internet, di media social dimana semua orang bebas mengaksesnya, semua orang bebas melihatnya, semua orang bebas mendangnya, apakah ia tidak kahwatir menjadi fitnah bagi orang yang melihatnya. Bukankan kalau seperti ini, lalu apa faidahnya ia tetap di dalam rumah, sementara foto cantiknya, foto terbaiknya ia umbar untuk bebas dipandang semua manusia.

Ketika wanita keluar rumah dan bertemu dengan seorang pria, tentu mudah bagi pria itu untuk menundukkan pandangan terhadapnya. Namun coba anda bayangkan, ketika seorang pria memandang foto tercantik anda, foto dengan berbagai gaya anda di internet, apakah akan semudah ketika bertemu langsung untuk menundukkan pandangan? Ataukah justru ia akan secara leluasa dan bebasnya memandangi foto anda yang mungkin dapat menyeretnya kepada maksiat yang lainnya?

Bukankah menahan untuk tidak bermaksiat ditempat umum itu lebih mudah ketimbang menahan maksiat ketika bersendirian. Maka takutlah wahai saudara dan saudariku, ketika anda dapat menjadi perantara seseorang berbuat maksiat. Nasalullaha salamah. Wallahu a’lam.

Fanspage RUMAH BELANJA MUSLIM
Akun FB RUMAH BELANJA WHYLUTH
www.RUmahBelanjaMuslim.Com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *