Darimana Kita Mengambil Harta
Muamalat

Perhatikan Darimana Kita Mengambil Harta

Posted On Desember 31, 2016 at 10:36 am by / No Comments

Mencari harta dan dan perbekalan hidup di dunia tidak di larang di dalam Islam. Namun bukan berarti kita di bebaskan begitu saja dalam mengambil dan mencari harta dunia.

Karena Islam telah mengantur berbagai macam hal beserta batasan-batasannya bagi seorang muslim dalam berusaha. Baik bagi pegawai, pejabat, pedagang, juga pada petani. Islam telah memberikan batasan-batasan.

Namun dengan batasan-batasan syariat ini tidak serta merta membuat sempit ruang gerak seorang muslim untuk mencari nafkah. Hal ini terlihat dari betapa luasnya jalan halal untuk mencari nafkah ketimbang jalan yang haram.

Kalau tidak percaya, boleh di catat dan didata. Kira-kira apakah mungkin kita mencatat dan menulis seluruh cara mencari nafkah yang halal bagi seorang muslim? Tentu tidak. Karena sangat banyak dan luasnya hal yang di halalkan ini.

Namun bagi seorang yang berilmu, ketika akan membuat sebuah tulisan yang mengunpulakn berbagai macam cara mengambil harta yang haram maka masih memungkinkan baginya untuk menulis.

Sehingga kita kenal sebuah kaidah yang menyatakan bahwasannya Asal dari Muamalah dunia adalah halal, kecuali ada dalil yang mengharamkannya.

Jadi yang halal itu luas, sedangkan yang haram itu hanya sebagian kecil saja.

Kenyataannya

Namun dalam kenyataan, ternyata tidak semudah gambaran diatas. Bahkan di hari ini kita dapati ada ungkapan yang terlontar dari lisan seorang muslim yang ketika di nasehati jangan mengambil harta dengan cara yang haram justru berujar, “Mencari Harta yang Haram saja susah, bagaimana yang Halal?”

Sunggung mencengangkan ketika kita mendengar kalimat seperti ini. Padahal kita tahu bahwasannya harta dan cara mencari harta yang halal itu tidak terbatas. Sementara yang haram itu terbatas.

Biasanya harta haram ini terbatas ke adalam tiga pokok hal yang dilarang Allah. Harta yang haram bisa kita telah pada tiga pangkal pengharaman yaitu berkisar antara Riba, Ghoror, atau Zolim. dan kebanyakan harta haram itu, pengharamannya kembali pada tiga perkara diatas.

Maka benarlah apa yang pernah di Sabdakan Oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam sebuah hadits,

لَيَأْتِيَنَّ عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ لاَ يُبَالِي الْمَرْءُ بِمَا أَخَذَ الْمَالَ أَمِنْ حَلاَلٍ أَمْ مِنْ حَرَامٍ

“Sungguh akan datang kepada manusia suatu masa, yaitu seseorang tidak lagi peduli dari mana dia mendapatkan harta, dari jalan halal ataukah (yang) haram”. (HR Bukhari)

Dan saat ini mungkin sudah mirip seperti apa yang digambarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tersebut.

Betapa banyak orang yang kurang perhatian terhadap harta yang mereka dapatkan. Sehingga banyak dari kita yang terjerumus ke dalam perkara yang haram dalam mencari harta.

Jika seandainya kita tidak mengetahui ternyata apa yang kita kerjakan saat ini adalah haram. Maka mungkin ini masih lebih baik. Sehingga setalh kita mengetahui hal tersebut haram segera kita tinggalkan perbuatan tersebut.

Namun yang jadi masalah adalah sebagian orang yang tidak peduli lagi apakah hartanya halal atau haram. Sehingga kalaupun ia terjebak dalam muamalah yang harampun ia merasa tenang dan tidak takut.

Ancaman Mengambil Harta Haram

Padahal tetang harta yang haram yang di konsumsi oleh seorang muslim ini ada ancaman bagi mereka. Dan ancamannya bukan ancaman ringan. Bahkan ancamannya sangat berat yaitu di ancam neraka.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

يَا كَعْبُ بْنَ عُجْرَةَ إِنَّهُ لاَ يَرْبُو لَحْمٌ نَبَتَ مِنْ سُحْتٍ إِلاَّ كَانَتِ النَّارُ أَوْلَى بِهِ
“Wahai Ka’ab bin ‘Ujrah, Sesungguhnya tidaklah tumbuh setiap daging yang di beri asupan makanan yang haram melainkan nerakalah yang berhak membakarnya” (HR. Ahmad dan Tirmidzi, di Shahihkan oleh Syaikh al-Albani)

Bagi seorang muslim yang masih ada secercah hidayah di dalam hatinya tentu ini merupakan sebuah ancaman yang besar baginya. Sehingga ketika ia mengetahui apa yang ia kerjakan itu adalah jalan yang haram dalam mencari harta. Niscaya ia akan langsung meninggalkannya karena takut kepada Allah. Dan hanya Allah ar-Rozzaq lah yang menjamin rizki baginya.

Maka, mari perhatikan lagi harta yang kita miliki saat ini. Apakah harta ini halal atau haram? Apakah harta yang kita dapatkan ini dari cara yang di perbolehkan atau dari cara yang haram?

Bagaimana cara mengetahui apakah harta atau cara mencari harta kita halal atau haram?

Jawabnya adalah dengan terus menuntut ilmu. Yaitu Ilmu agama, Ilmu Syar’i.

Mudah-mudahan kita selalu di beri hidayah dan taufiq untuk dapat mengetahui ilmu agama ini mengamalkan, mendakwahkan dan bersabar padanya. Amiin.

Admin
RumahBelanjaMuslim.Com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *