Renungan Kematian
Renungan

Renungan Kematian

Posted On Agustus 15, 2016 at 6:26 am by / No Comments

Renungan Kematian
Renungan Kematian

Kematian adalah sebuah kepastian. Usia sudah di tetapkan dan tidak bisa di tawar. Kapanpun, dimanapun, dalam keadaan apapun ketika kematian menghampiri maka tutuplah semua peluang amalan.

Betapa banyak orang bimbang terhadap rizkinya, terhadap keudukannya di dunia, terhadap keberhasian dan kesuksesanannya di dunia, namun lupa akan kematian. Padahal kematian itu dapat datang kapan saja, sementara bekal untuk menymbutnya lalai kita cari.

Kematian itu pasti, rizki juga sudah tetap, sementara hidayah tidak ada yang bisa menjamin. Lalu mengapa kita masih saja mementingkan rizki yang tetap, bai dari jalan yang halal ataupun yang haram untuk megambilnya, maka tidak akan sedikitpun mengurangi ataupun menambahnya. Sementara hidayah diatas Islam, hidayah di atas Sunnah pada akhir kehidupan ini tidak ada yang dapat memastikan, justru banyak orang yang melalikannya, atau bahkan mungkin lupa terhadapnya.

Jika orang-orang sholeh, para alim, para ulama mereka meninggalkan dunia ini dengan bekal amalan sholeh mereka, sementara kita, apa yang telah kita siapkan untuk mejadi bekal kelak di akhirat? Siapkah kita ketika kelak kita di tanya Man Rabbuk? Wa Maa Dinuk? Wa maa hadzaar rujululladzii bu’itsa fiikum?

Maka layakkah bagi kita untuk bersantai? Layakkah kita untuk terus mengelu-elukan dunia hingga hampir-hampir menjadi budak dunia? Layakkah kita selalu banggakan apa – apa membanggakan bagi kita dalam perkara dunia?

Bukankah kita telah mengetahui, bahwasannya kenikmatan dunia ini adalah kenikmatan yang menipu? Allah ta’ala berfirman,

اعْلَمُوا أَنَّمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَزِينَةٌ وَتَفَاخُرٌ بَيْنَكُمْ وَتَكَاثُرٌ فِي الْأَمْوَالِ وَالْأَوْلَادِ كَمَثَلِ غَيْثٍ أَعْجَبَ الْكُفَّارَ نَبَاتُهُ ثُمَّ يَهِيجُ فَتَرَاهُ مُصْفَرًّا ثُمَّ يَكُونُ حُطَامًا وَفِي الْآَخِرَةِ عَذَابٌ شَدِيدٌ وَمَغْفِرَةٌ مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانٌ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ

Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.” (QS. Al Hadid: 20)

Maka marilah kita perhatikan ulang amalan kita. Mari kita isi waktu yang tersisa dari usia kita ini untuk berbekal menuju kampung halaman. Mudah-mudahan kita mampu mengukir di sisa waktu ini ukiran kebaikan dalam hidup kita yang kelak akan menjadi pelajaran bagi anak-anak dan generasi setelah kita. Dan mudah-mudahan Allah ta’ala mudahkan untuk kita dalam berjalan diatas ketaatan, berjalan diatas ilmu, hingga kelak kita di wafatkan dalam keadaan khusnul khotimah. Amiin.

Fanspage RUMAH BELANJA MUSLIM
Akun FB RUMAH BELANJA WHYLUTH
www.RumahBelanjaMuslim.Com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *