Siapa Idola Anak Anda ?

Siapa Dola Anak Kita

Siapa Dola Anak Kita

Saat di tanyakan kepada anak – anak, siapa idola kamu ? Mungkin berbagai macam nama tokoh akan segera muncul dari lisannya.

Atau bahkan mungkin jika pertanyaan itu di ajukan kepada kita, mungkin berbagai macam sosok akan keluar dari lisan kita.

Dan kita dapati ketika seseorang mengidolan seorang sosok, tokoh atau selainnya. Maka ia akan sangat mengenali sosok atau tokoh tersebut.

Seperti anak – anak misalnya, ketika di tanya idolanya siapa ? Ia jawab sosok sosok yang ia kagumi, baik itu sosok nyata ataupun fiktif.

Walalupun mungkin banyak kita temukan dari anak – anak di sekitar mereka mengidolakan dan sangat memahami tokoh – tokoh kartun yang fiktif.

Atau mungkin ada diantara kita yang mengidolakan sebuah sosok. Dan sudah barang tentu sosok tersebut sangat kita kenali, biografi maupun pernak pernik kehidupannya.

Mungkin dimana ia lahir, nama kecil nya siapa, tempat tinggalnya, suami / istrinya siapa, bagaimana riwayat kehidupan dan prestasinya sangat kita kenali.

Begitu juga anak – anak di sekitar, betapa banyak dari mereka sangat mengenali tokoh tokoh kartun, jiwa kepahlawanan mereka, dan banyak hal tentangnya.

Namun ternyata berbarengan hal pengenalan kita terhadap hal tersebut, kita justru kurang mengenali siapa Nabi Kita.

Yang kita di wajibkan untuk mencintai Nabi kita melebihi kecintaan kita kepada keluarga kita bahkan diri kita sendiri.

Mari kita lihat kisah Sahabat yang Mulai Umar bin Khothob radhiallahu ‘anhu bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berikut,

Di riwayatkan dari Sahabat ‘Abdullah bin Hisyam radhiyallahu anhu, ia berkata :

Kami mengiringi Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan beliau menggandeng tangan ‘Umar bin al-Khaththab Radhiyallahu anhu.

Kemudian ‘Umar berkata kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam: ‘Wahai Rasulullah, sungguh engkau sangat aku cintai melebihi apa pun selain diriku.’

Maka Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: ‘Tidak, demi yang jiwaku berada di tangan-Nya, hingga aku sangat engkau cintai melebihi dirimu.’

Lalu ‘Umar berkata kepada beliau: ‘Sungguh sekaranglah saatnya, demi Allah, engkau sangat aku cintai melebihi diriku.’

Maka Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ‘Sekarang (engkau benar), wahai ‘Umar.’”(HR. Bukhari)

Ada pepatah yang mengatakan Tak Kenal Maka Tak Sayang.

Lalu jika demikian adanya, mana mungkin kita bisa mengimplementasikan kewajiban kita sebagai seorang muslim untuk mencintai Nabi yang Mulia. Sementara kita tidak mengenal nya ?

Mana mungkin kita mengharapkan anak dan keturunan kita pun bisa mengamalkan apa yang menjadi kewajibannya untuk mencintai Nabi yang Mulai sementara mereka tidak mengenalnya ?

Bahkan sejak kecil mereka di cecoki oleh tontonan yang merusakan. Menghafal dan mengidolakan tokoh tokoh fiktif dari fil kartun dan selainnya. Yang sebagiannya bisa merusak akidah.

Maka sekarang waktunya bagi kita menyadari. Mulai dari diri kita. Yuuk kita mengulas kembali perjalanan siroh kehidupan Nabi yang Mulia Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Agar kecintaan kita mulai tumbuh dan menguat. Agar kita bisa meneladani beliau dalam kehidupan. Agar kita jadikan Baliau sebagai idola yang utama untuk kita jadikan Suri Teladan yang baik.

Bukankah Allah ta’ala berfirman,

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ

“Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu.” (Al Ahzab: 22)

Demikian nasehat singkat yang bisa kami sampaikan pada postingan kali ini. Semoga ini dapat menjadi nasehat bagi diri kami pribadi dan kaum muslimin pada umumnya sehingga kita lebih memperhatikan siapa yang menjadi idola kita.

Dan semoga apa yang kita upayakan menjadi amal sholeh yang berbuah pahala kelak sebagai bekal kita menghadap Allah subhanahu wa ta’ala. Amiiin.

Wallahu a’lam.

Abu Mumtazah
www.RumahBelanjaMuslim.Com

Tinggalkan Balasan