Taat Tapi Asik ? Atau Taat Tapi Maksiat ?

Taat Tapi Maksiat
Taat Tapi Maksiat

Belakangan viral dengan hastag ‘taattapiasik’ yang ada seorang ingin membangun sebuah Masjid yang di sekeliling / dekat masjid tersebut di bangun juga cafe dengan musik, hiphop, dancer dan selainnya.

Jika keadaannya seperti ini, maka namanya bukan taat tapi asik, tapi taat tapi maksiat.

Dan memang inilah hakikat sebagian orang yang ingin menggabungkan masjid dengan tempat maksiat, yang berisi musik, dancer dan selainnya.

Tempat ibadah di gabung dengan tempat maksiat. Habis ibadah langsung masuk dengerin musik yang jelas haram.

Di masjid orang sedang sholat terdengar suara musik, mengganggu orang sholat dengan hal yang di haramkan.

Jika mengeraskan bacaan al-Quran di masjid jika itu menggangga yang lain yang sedang melaksanakan sholat saja di larang. lalu bagaimana lagi jika yang mengganggu itu suara musik yang haram ?

Belum lagi nanti maksiat – maksiat lain yang mungkin akan terbuka dengan adanya ‘inovasi’ orang yang ingin ‘taattapiasik’ ini.

Untuk menjadikan asyik dalam keataan, untuk menjadikan kenikmatan dalam ketaatan bukan dengan cara menggabungkan hal – hal bersifat ibadah ketaatan kepada Allah dengan hal yang di dalamnya berisi sesuatu yang dilarang dalam Islam.

Namun untuk bisa merasakan ke asyikan dalam ibadah, merasakan manisnya keimanan ia lakukan melalui jalan ketaatan dan menjauhi kemaksiatan.

Bukankah iman itu memiliki rasa yang manis ?

ثَلَاثٌ مَنْ كُنَّ فِيْهِ وَجَدَ بِهِنَّ حَلَاوَةَ الْإِيْمَانِ، مَنْ كَانَ اللهُ وَرَسُوْلُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا سِوَاهُمَا وَأَنْ يُـحِبَّ الْمَرْءَ لَا يُحِبُّهُ إِلَّا لِلهِ، وَأَنْ يَكْرَهَ أَنْ يَعُوْدَ فِـي الْكُفْرِ بَعْدَ أَنْ أَنْقَذَهُ اللهُ مِنْهُ، كَمَا يَكْرَهُ أَنْ يُقْذَفَ فِـي النَّارِ.

“Ada tiga perkara yang apabila perkara tersebut ada pada seseorang, maka ia akan mendapatkan manisnya iman, yaitu, barangsiapa yang Allâh dan Rasûl-Nya lebih ia cintai dari selain keduanya, apabila ia mencintai seseorang, ia hanya mencintainya karena Allâh. Ia benci untuk kembali kepada kekufuran setelah Allâh menyelamatkannya sebagaimana ia benci untuk dilemparkan ke dalam Neraka.”

Dan tidak ada satupun penjelasan dalam agama yang menyatakan seorang yang ingin asik dalam ketaatan, merasakan manisnya iman dengan cara menggabungkan / mendekatkan tempat ibadah dengan sarana bermusik.

Admin | www.RumahBelanjaMuslim.Com

Tinggalkan Balasan