Celana Sirwal Semi Formal Hitam
Celana Sirwal

Tentang Celana Cingkrang

Posted On Agustus 28, 2016 at 4:46 am by / No Comments

Celana Sirwal Semi Formal Hitam
Celana Sirwal Semi Formal Hitam

Memakai celana cingkrang, bukan karena kebanjiran, bukan karena kekurangan bahan, dan bukan juga karena seorang teroris. Memakai celana cingkrang bukan karena tidak suka kerapian, bukan karena ingin menyelisihi budaya di masyarakat semata, dan bukan karena ajaran kelompok tertentu.

Tetapi memakai celana cingkrang ini hendaknya murni semata karena syariat Allah yang dipahami dari berbagai macam dalil dengan pemahaman para ulama. Pemahaman bukan di dasari atas landasan AD ART sebuah keloompok atau aturan organisai atau komunitas. Namun pemahaman akan syariat ini murni di dasari terhadap pemahaman dalil dari para Ulama Sunnah.

Maka jika anda belum tahu mengapa seorang pria muslim harus memakai celana cingkrang, mari kita cari tahu apa dalil memakai celana / kain diatas mata kaki ini dan bagaimana pemahaman para ulama sunnah terhadapnya.

Jika seandainya kita belum mampu berpenampilan yang lebih mendekati sunnah yaitu dengan mamakai celana / jubah cingkrang diatas mata kaki / pas di mata kaki, maka jangan cela saudara kita yang memakainya.

Bisa jadi yang selama ini kita anggap sebuah kebenaran ternyata itu adalah hal yang salah. Dan bisa jadi apa yang selama ini kita anggap sebuah kesalahan sebuah tindakan yang berlebihan dengan memakai celana cingkrang ternyata itu adalah sebuah kebenaran.

Maka marilah kita bersikap adil. Jika kita bisa mentoleransi orang yang memakai celana jeans ketat, orang yang memakai celana tidak beraturan bentuk, memakai celana yang sobek-sobek menampakkan aurat, yang jelas jauh dari ketentuan syariat Islam, lalu mengapa kita tidak bisa mentoleransi orang yang mepraktekkan agama yang telah dijelaskan oleh Ulama.

Jika kita bisa mentoleransi orang yang memakai celana pendek diatas lutut yang itu adalah sbuah tindakkan mepertontonkan aurat, lalu mengapa kita tidak bisa mentoleransi orang yang menutup auratnya dengan tidak melanggar batasan-batasan larangan padanya.

Kita tidak pernah memberi julukan buruk pada laki-laki yang berpenampilan menyerupai orang kafir, berpenampilan fasiq, membuka aurat, lalu mengapa lisan kita begitu mudah membri julukan negatif, julukan yang buruk kepada sesama muslim yang melaksanakan syariat?

Entah julukan teroris, kebanjiran, kekurangan bahan, aliran ekstrimis dan selainnya, tentu ini bukanlah sikap yang layak bagi seorang muslim kepada muslim lainnya. Sementara dari sisi lain kita tidak pernah mengingkari orang-orang yang berpenampilan menyerupai orang kafir, orang fasiq.

Maka mudah-mudahan jika sekarang kita belum bisa memakai celana cingkrang ini, mudah-mudahan kelak Allah berikan hidayah dan taufiqnya kepada kita agar lebih mudah untuk tunduk kepada syariat tanpa bertanya kenapa harus begini dan kenapa harus begitu. Dan mudah-mudahan tidak ada lagi orang muslim yang memberikan julukan kepada muslim lainnya yang berpenampilan dengan memakai celana cingkrang dengan berbagai macam julukan negatif, julukan buruk. Amiin.

Fanspage kami RUMAH BELANJA MUSLIM
Toko di FB RUMAH BELANJA MUSLIM
Akun FB RUMAH BELANJA MUSLIM
Twiter kami Rumah Belanja Muslim
Join Channel Telegram RUMAH BELANJA MUSLIM 
www.RumahBelanjaMuslim.Com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *