Fanatik Agama
Opini

Tentang Fanatik Agama

Posted On Oktober 16, 2016 at 12:22 pm by / No Comments

Fanatik Agama
Fanatik Agama

Fanatik Agama

Mungkin kita sudah sering dengan istilah fantik agama. Ucapan ini biasanya di lontarkan kepada orang-orang yang secara pehaman, keyakinan, dan penampilan menampakkan hal yang agamis.

Maka tak heran jika orang-orang yang menampakkan kesan agama itu akan mendapat julukan orang yang fanatik agama.

Apa Itu Fanatik

Dalam kamus KBBI online disebutkan arti kata fanatik adalah teramat kuat kepercayaan (keyakinan) terhadap ajaran (politik, agama dan sebagainya).

Maka jika dikatakan kepada seseorang bahwasannya dia adalah seorang yang fanatik agama. Artinya seseorang tersebut adalah orang yang teramat kuat kepercayaan (keyakinan) nya terhadap ajaran agamanya.

Dari definisi ini maka dapat dikatakan bahwasannya seorang muslim yang fanatik agama adalah seorang yang sangat kuat kepercayaan (keyakinan) nya terhadap Islam.

Fanatik dan Fanatisme

Setelah kita mengetahui apa itu fanatik seperti telah dijelaskan diatas. Maka ada baiknya kita memahami kata yang bersangutan berikutnya yaitu fanatisme. Disebutkan di dalam wikipedia makna fanatisme adalah adalah paham atau perilaku yang menunjukkan ketertarikan terhadap sesuatu secara berlebihan.

Berbeda dengan yang disampaikan di psikoterapis . comi disana di jelaskan fanatisme adalah suatu keyakinan atau suatu pandangan tentang sesuatu, yang positif atau yang negatif, pandangan yang tidak memiliki sandaran teori atau pijakan kenyataan, tetapi dianut secara mendalam sehingga susah diluruskan atau diubah.

Dari dua definisi diatas, kita mendapatkan kata kuci yang sangat berkaitan erat dengan kata fanatisme ini. Kata kunci tersebut yaitu kata berlebihan dan tidak memiliki sandaran teori atau pijakan kenyataan.

Maka dari sini bisa dikatakan bahwasannya fanatik dan fanatisme ini sejenis. Yang makna keduanya sangat mirip atau bisa dikatakan sama. Yaitu suatu keyakinan, paham atau perilaku yang sifatnya berlebihan dan tidak memiliki sandaran teori / pijakan yang jelas dan dianut secara mendalam sehingga susah dirubah.

Antara Fanatik dan Agama

Dalam pengertian fanatik menurut KBBI diatas kita dapati maknanya bisa memiliki dua kemungkinan. Kemungkinan pertama fanatik ini merupakan stigma positif dan kedua bermakna negatif.

Namun yang kita kenal dan kita rasa sekarang ini, jika kata fanatik / fanatisme ini digabungkan dengan agama, maka akan menjadi sebuah stigma negatif. Dan sepertinya inilah yang dimaksudkan oleh kebanyakan orang yang menempelkan sebutan fanatik agama kepada seorang muslim yang terlihat taat dan tidak ada kompromi berkaitan dengan masalah agama.

Benarkah Fanatik Agama?

Mungkin selama ini kita memahami bahwasannya sesuatu yang berlebihan itu ada dua poros. Ada yang positifnya berlebihan dan ada yang negatifnya berlebihan. Atau yang sering kita dengar istilah ekstreem kiri dan ekstrim kanan.

Stigma fanatik ini biasanya di sematkan oleh seseorang dengan tujuan memberikan predikat kepada orang tersebut sebagai orang yang berpemahaman ekstrim kanan. Yaitu maksutnya orang yang memahami agama secara berlebihan.

Dan jika memang benar seseorang yang diberikan predikat itu memiliki pemahaman yang berlebihan berkaitan dengan agamanya, maka tentu ini adalah hal yang salah.

Namun jika stigma negatif mengenai fanatik agama ini disematkan kepada seorang muslim yang taat, melaksanakan syariat Islam dalam keseharian maka tentunya ini adalah sebuah perbuatan yang salah total.

Beragama Secara Kaffah

Hal ini disebabkan, kita seorang muslim diperintahkan untuk masuk ke dalam Islam secara menyeluruh. Tidak bisa pilih – pilih mana yang sesuai dengan syahwat kita ikuti, mana yang tidak sesuai kita tanggalkan. Atau tawar menawar sehingga selalu mencari keringanan dan bermudah-mudahan dalam agama.

Allah ta’ala berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً

“Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan..” (QS. Al Baqarah: 208)

Allah memerintahkan kepada hamba-hamba-Nya yang beriman kepada-Nya dan membenarkan Rasul-Nya, hendaknya mereka berpegang kepada tali Islam dan semua syariatnya serta mengamalkan semua perintahnya serta meninggalkan semua larangannya dengan segala kemampuan yang ada pada mereka. (Tafsir Ibnu Katsir)

Maka sebuah perkara yang salah besar jika kita melabeli seorang yang menjadikan acuan / standar hukum dalam hidupnya adalah agama Islam sebagai seorang yang berlebihan dalam agama.

Karena ternyata dalam Agama yang kita anut bersama ini kita diperintahkan untuk masuk secara keseluruhan, secara kaffah. Dalam berakidah, berpenampilan, dalam beraklak, dalam bermuamalah, dalam ibadah, dan selainnya kita diperintah untuk menjadikan agama ini adalah acuannya. Bukan yang lain.

Sikap Kita

Maka jika kita temui ada orang yang berbeda dari kita, yang tampi dengan penampilan yang dikenal Islami namun berbeda dengan kita. Jangan serta merta kita cap orang itu sebagai orang yang ghuluw / berlebihan / fanatik. Karena bisa jadi kita yang masih bodoh dalam agama sehingga kita tidak mengetahui apa yang ia ketahui mengenai hukum Islam.

Kewajiban kita adalah menutut ilmu. Mempelajari Agama Islam yang kita anut ini dengan baik dengan menyeluruh. Yang buah dari mempelajari agama ini adalah amal sholeh.

Ketika kita belum tahu, maka hendaknya jangan sok tahu. Dan ketika kita belum paham terhadap hakikat sesuatu itu maka jangan merasa paling fakih.

Apalagi jika kita tidak fokus belajar agama, tidak mendalami Ilmu agama. Lalu serta merta memvonis orang yang berbeda dengan sebutan-sebutan negatif, maka tentu ini adalah hal yang jauh dari kebaikan. Wallahu a’lam.

Abu Mumtazah
www.RumahBelanjaMuslim.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *