Jabat Tangan Dengan Lawan Jenis
Nasehat

Tidak Mau Jabat Tangan Dengan Lawan Jenis Kampungan?

Posted On Oktober 10, 2016 at 1:23 pm by / No Comments

jabat tangan dengan lawan jenis
jabat tangan dengan lawan jenis

Tentang Jabat Tangan 

Berjabat tangan merupakan sebuah perkara yang baik. Namun perkara baik ini tentu ada syaratnya. Karena tidak semua jabat tangan itu di bolehkan di dalam islam.

Ketika jabat tangan itu dilakukan dengan sesama jenis seperti laki-laki dengan laki-laki, perempuan dengan perempuan. Atau jabat tangan antara laki-laki dengan perempuan mahromnya. Jabat tangan antara anak laki-laki dengan ibu atau sebaliknya. Maka dapat dikatakan ini adalah perkara yang baik.

Jabat Tangan Dengan Lawan Jenis

Sebuah perkara yang umum dan biasa di amalkan oleh orang-orang disekitar juga jabat tangan ini di lakukan dengan lawan jenis.

Sebut saja seperti jabat tangan seorang staff wanita di kantor dengan atasannya laki-laki. Jabat tangan antara rekan kerja (laki-laki dan perempuan bukan mahrom di instansi-instansi pemerintah / perusahaan.

Jabat tangan antara guru dan murid (dewasa) yang bukan mahrom. Jabat tangan antara sesama pelajar / mahasiswa yang bukan mahrom. Atau jabat tangan antar anggota organisasi Islam yang bukan mahrom.

Atau jabat jabat tangan dengan lawan jenis antara saudara sepupu, saudara ipar, atau istri dari paman.

Hal ini merupakan perbuatan yang umum kita dapati di sekitar kita. Bahkan mungkin bisa di sebuat sudah menjadi budaya yang dianggap baik yang layak diamalkan oleh setiap muslim dan muslimah.

Tidak Jabat Tangan Dengan Lawan Jenis Kampungan

Dikarenakan sudah umumnya perkara-perkara diatas. Tidak heran kita jumpai anggapan-anggapan miring terhadap orang-orang yang tidak mau jabat tangan dengan lawan jenis yang bukan mahrom.

Dari sebutan kuno, kampungan, ketinggalan zaman, hingga dianggap sebagai orang yang ingin memutuskan tali silaturami pun menempel pada seorang yang tidak berjabat tangan dengan lawan jenis.

Ini sungguh perkara yang cukup mengherankan jika dilihat dari sisi agama kita.

Jika kita melihat mayoritas penduduk di negeri kita saat ini adalah penduduk muslim. Dimana di dalam Islam yaitu agama yang dianut kebanyakan masyarakat kita saat ini kita dilarang untuk berjabat tangan dengan lawan jenis yang bukan mahrom. Justru orang yang melaksanakan syariat agama ini dianggap kuno, ketinggalan zaman, bahkan dianggap mau memutus silaturahmi.

Bukankah ini adalah perkara yang cukup aneh.

Ketika kita seorang muslim dilarang jabat tangan dengan lawan jenis yang bukan mahrom dan kita amalkan hal tersebut justru kita dianggap orang aneh. Dan ini keluar dari lisan maupun tulisan orang-orang Islam di sekitar kita.

Bahaya Jabat Tangan Dengan Lawan Jenis  

Tidakkah peringatan dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengenai menyentuh tangan wanita yang tidak halal baginya berikut ini cukup membuatnya takut,

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لأَنْ يُطْعَنَ فِي رَأْسِ رَجُلٍ بِمِخْيَطٍ مِنْ حَدِيدٍ خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَنْ يَمَسَّ امْرَأَةً لا تَحِلُّ لَهُ

Ditusuknya kepala seseorang dengan jarum dari besi, akan lebih baik baginya dibanding dengan menyentuh wanita yang bukan mahramnya.” (HR. Thobroni dalam Shahihul Jami’ 4921).

Bukankah hadits ini sudah merupakan penringatan yang keras tarhadap kita untuk menjauhi menyentuh wanita yang bukan mahrom termasuk berjabat tangan dengan lawan jenis?

Zina Tangan

Bahkan berjabat tangan ini bisa termasuk dalam perbuatan zina, yaitu zina tangan sebagaimana yang juga di sabdakan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, dari Ibnu Mas’ud radhiallahu ‘anhu,

Kedua mata berzina, kedua tangan berzina, kedua kaki berzina, dan farji (kemaluan) juga berzina” (HR. Ahmad)

Padahal oleh Allah ta’ala berfirman,

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا

Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” (QS. Al Isro’: 32)

Setelah kita dilarang untuk mendekati zina, mana mungkin justru kita mau menghalalkan salah satu perbuatan yang merupakan bagian / mengarah kepada zina?

Adakah Yang Lebih Suci Hatinya dari Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam ? 1

Lalu adakah manusia di zaman ini atau setelahnya yang memiliki hati lebih suci dari Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam? Padahal beliau saja tidak menyalami wanita yang bukan mahrom. Beliau tidak menyentuh tangan wanita yang bukan mahrom.

Sesungguhnya saya tidak menyalami wanita” (HR. Ahmad)

Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,

Sesunngguhnya saya juga tidak menyentuh tangan-tangan wanita” (HR. Tabarani)

Dari A’isyah radhiallahu anha beliau berkata,

Demi Allah tangan Rasulullah tidak pernah menyentuh tangan seorang wanitapun, beliau hanya membaiat mereka dengan ucapan” (HR. Muslim).

Setelah melihat bukti-bukti yang jelas ini, hendaknya bagi kita lebih perhatian lagi terhadap agama kita. Jika Allah dan Rasul-Nya telah melarang kita terhadap suatu hal, maka tidak perlu alasan bagi kita untuk meninggalkan hal tersebut.

Dan yang perlu menjadi catatan bagi kita adalah, bahwasannya berjabat tangan dengan lawan jenis ini adalah perkara yang umum terjadi. Bahkan sudah menjadi budaya dan kebiasaan yang dianggap baik. Hendaknya setiap kita mengambil cara-cara yang baik untuk meluruskan kesalahan ini. Jangan sampai kita mengingkari suatu perkara yang salah namun justru menimbulkan mudhorot yang lebih besar. Wallahu a’lam.

Footnote 

(1) Larangan-Larangan Yang Banyak di Remehkan, Muhammad Sholeh al-Munajjid (hal-58-59).
Fanspage RUMAH BELANJA MUSLIM
Akun RUMAH BELANJA WHYLUTH
Admin
www.RumahBelanjaMuslim.Com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *