Toleransi Antar Umat Beragama

Toleransi

Toleransi bukan berarti ikut berpartisipasi. Mungkin kalimat ini cukup untuk menggambarkan bagaimana cara bertoleransi yang benar bagi umat Islam di negeri kita ini.

Karena belakangan dan mungkin hampir setiap tahun kita dapati sebagian orang yang berteriak – teriak atas nama toleransi untuk melegalkan partisipasi mengikuti acara agama lain.

Diantara bentuknya kita lihat yaitu ucapan selamat natal atau hari – besar umat selain Islam lainnya yang di ucapkan oleh muslim.

Ini adalah contoh toleransi yang kebablasan. Karena tidak seperti itu panutan kita baginda Nabi besar Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam bertoleransi terhadap selain muslim.

Kita lihat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam di Madinah dahulu tinggal di sekitarnya juga orang – orang Yahudi. Namun Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah di dapati mengucapkan ucapan selamat kepada mereka terhadap perayaan – perayaan hari besar mereka.

Namun Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pun tidak mengganggu acara – acara keagamaan umat selain Muslim.

Maka inilah bentuk toleransi yang benar. Cukuplah dikatakan seorang muslim telah bertoleransi kepada penganut agama lain dengan ia tidak mengganggu acara peribadatan mereka, tidak membuat kerusakan apalagi melakukan bom sana bom sini.

Karena masalah agama adalah ‘untukku agamaku dan untukmu agamamu’. Hal ini tidak bisa di tawar – tawar dan tidak bisa di campur adukkan.

Umat Islam aqidahnya jelas. Maka perhatikan akidah yang benar di dalam Islam. Jangan sampai karena atas nama toleransi yang kebablasan seorang terejerumus dalam kerusakan di akidahnya.

Semoga Allah memberikan hidayah dan taufiqnya kepada kita semua. Aamiiin

Admin Rumah Belanja Muslim

Tinggalkan Balasan